Dipublish pada:
ADZKIA – Prosesi wisuda yang ditunggu-tunggu siswa kelas IX dan XII
Adzkia Islamic School Pesantren Daarut Tauhiid Serua pun tiba. Diawali oleh
Kirab Dewan Asatidz, momen wisuda para generasi penghafal Quran yang telah tiga
tahun menimba ilmu di sekolah binaan Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil Alamin
ini pun berlangsung dengan khidmat.
Di tahun ajaran 2022/2023, Sekolah Kader yang operasional pendidikannya didanai oleh Daarut Tauhiid Peduli ini meluluskan 104 siswa, dengan total siswa dari jenjang SMP sebanyak 48 orang dan dari jenjang SMA sebanyak 56 orang.
“Alhamdulillah, hari ini telah terlaksana kegiatan Wisuda Angkatan ke lima belas, yang dilakukan secara serentak, baik dari jenjang SMP maupun SMA,” ujar Kepala SMA Adzkia, Ustaz Irwan Gunawan, Senin (5/6).
Tidak hanya menghelat pelepasan siswa secara akademis, kegiatan Wisuda ini juga sekaligus diadakan sebagai perayaan bagi para generasi penghafal quran yang sebelumnya telah menunaikan Ujian Tahfiz, sebagai salah satu syarat kelulusan.
Menampilkan pengalungan medali wisuda, proses wisuda juga dimeriahkan dengan pengumuman nama-nama siswa yang menjadi Wisudawan Wisudawati terbaik dari berbagai kategori.
“Dari SMA Adzkia, siswa yang terpilih menjadi Wisudawan Terbaik dari kelas XII MIPA diraih oleh Azhar Syahid Fitratulloh,” tutur Ustaz Irwan.
Ia juga menyebutkan lima kategori terbaik lainnya, di antaranya; Kategori Salimul Aqidah atau Nilai PAI diraih oleh Salma Nazihah. Kategori Shohihul Ibadah atau Mutabaah Yaumiah (MY), jatuh pada Fatimah Al Zahra. Kategori Matinul Khuluq atau Karakter BAKU diraih oleh Azhar Syahid Fitratulloh. Sementara untuk Ziyadah terbanyak atau Tahfidzul Quran diraih oleh Nadila Aulia Puspita. Lalu Kategori Quwwatul Aqli atau Prestasi Akademik diraih Nada Syifa Nabilah, dan terakhir ategori Quwwatul Jismi atau Kesamaptaan diraih oleh Beno Syubanudzikri.
Sedangkan Dari SMP Adzkia, siswa yang terpilih menjadi Wisudawan Terbaik diraih oleh Faza Ghaida Nurzakiyah. Untuk lima kategori terbaik lainnya, yakni; Kategori Salimul Aqidah diraih oleh Prima Aditya Hidayat. Kategori Shohihul Ibadah jatuh pada Hanin Suhailah. Kategori Matinul Khuluq diraih oleh Yusup Hidayah, sementara untuk Ziyadah terbanyak diraih oleh Najmi Sevia Ramadani. Untuk kategori Quwwatul Aqli diraih Muhammad Rayhan Widianto, dan terakhir pada kategori Wisudawan Terbaik Kategori Quwwatul Jismi diraih oleh Abdullah Azzam Siroj.
Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil Alamiin, Wiwi Woro pun tak luput mengungkapkan apresiasinya pada seluruh siswa yang diwisuda hari ini, atas capaian output lulusan yang telah melebihi target.
“Selamat pada angkatan lima belas yang telah diwisuda hari ini. Terima kasih kami ucapkan kepada Pengurus Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil Alamiin, Pengurus Yayasan Daarut Tauhiid Peduli, Pengawas Pembina, Komite Sekolah, Orang Tua, Manajemen Sekolah, atas segala dukungan yang telah diberikan selama ini,” tuturnya.
Dalam sambutan singkatnya, Ketua Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lil Alamiin, Gatot Kunta Kumara juga berpesan agar para generasi penghapal Qur’an lulusan Adzkia Islamic School ini tetap menjaga nama baik agama Islam, Nabi Muhammad SAW, Guru, serta Almamater, di mana pun berada.
Direktur Utama Daarut Tauhiid Peduli, Muhammad Bascharul Asana yang akrab disapa Ruly juga turut mengungkapkan penghargaannya kepada Wisudawan Wisudawati Adzkia.
“Wisudawan Wisudawati yang merupakan siswa Program Beasiswa pelajar unggul diharapkan dapat khidmat, dan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Siswa yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri, dapat melanjutkan beasiswa, dan dipersilahkan untuk menghubungi kantor cabang agar bisa mengajukan beasiswa kembali, serta mendapatkan kesempatan berkhidmat di DT Peduli,” ujarnya.
Hal ini tentunya senada dengan pesan yang disampaikan oleh Pembina Yayasan Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar. Dalam tausiah singkat ia berharap, pada alumni Adzkia dapat menjadi manfaat bagi makhluk-makhluk Allah.
“Jadikan sekolah sebagai momen untuk lebih mengenal Allah, dan paham akan perintah serta larangan Allah, lalu jangan lupa untuk riyadh dan mujahadah serta mengamalkannya. Amalkan yang Allah suka, In syaa Allah, akan Allah berikan yang terbaik, walaupun bukan yang terbaik menurut kita. Jangan lupa pula agar tiada hari tanpa baca Al-Qur’an dan pahami artinya. Idola terbaik adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Jadikan Allah selalu di hati,” nasihat Gurunda Aa Gym. (Nawang)