Layanan

Donasi

Beranda

Donasi

Layanan

Suka Duka Kehidupan Tantri Kotak
 

 

Suka Duka Kehidupan Tantri Kotak

Dipublish pada:

22-Mar-22

Tidak ada orang hebat yang terlahir dari kemudahan. Ada jalan terjal, kerja keras, dan air mata yang harus dialami. Hal ini pun terjadi pada Tantri Syalindiri Ichlasari alias Tanti Kotak”. Dalam salah satu akun YouTube, Tantri berbagi kisah perjalanan hidup, karier, keluarga, dan orangtuanya.

Tantri mengawali cerita tentang karakter ayahnya yang keras. Ia sampai frustasi bahkan nekad bunuh diri dengan menegak racun serangga. Untungnya belum sempat niat buruk itu terjadi, kedua orangtua Tantri segera mendobrak pintu kamarnya. Nyawa Tantri bisa terselamatkan. Hal ini terjadi saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

Karakter ayah dan ibunya yang bertolak belakang menjadi penyeimbang bagi Tantri. Ayahnya yang keras dan ibunya sangat penyabar. Saat itu, Tantri mengaku merasa hidup dalam tekanan ayahnya, dan sosok ibulah yang selalu menenangkannya dengan penuh kesabaran.

Sampai suatu hari, ayahnya jatuh sakit. Saat itu Tantri melihat sosok ibunya yang merupakan perempuan yang kuat dan sabar. Ia tidak pernah dendam dengan perilaku ayah Tantri yang sering berlaku keras padanya. Ibunya bahkan sangat menyayangi dan mengurusi ayah Tantri dengan sabar dan telaten.

 Ayah Luar Biasa

Sosok ayahnya yang keras dan sempat membuat masa kecil Tantri tidak nyaman, berubah setelah Tantri tahu perjuangan sang ayah. Pernah suatu ketika, saat Tantri mengikuti audisi Dream Band (ajang pencarian bakat), ayahnya yang turun ke jalan untuk mencari dukungan. Ia membagi-bagikan pulsa kepada teman-teman sekolah Tantri agak mau mem-vote dirinya.

Bahkan yang membuat Tantri sampai menangis, ayahnya rela berutang untuk membeli pulsa tersebut. Air mata Tantri pun tak tertahankan saat mengetahui cerita itu dari teman-temannya.

Tan, Lo tahu gak apa yang bokap Lo lakuin selama Lo di asrama waktu Dream Band? Bokap Lo setiap hari datang ke sekolah dan bagi-bagiin pulsa,” cerita Tantri sambil berderai air mata ketika mengingat perjuangan ayahnya yang mendukung cita-cita Tantri sebagai penyanyi.

Papaku orang yang luar biasa. Ia berjuang dan total mendukung untuk mewujudkan cita-cita hingga aku bisa seperti sekarang. Aku baru tahu sekarang kenapa papa begitu keras. Ia ingin aku jadi anak yang kuat, tegar, dan berhasil, ujar Tantri.

Titik Terendah

Siapa sangka penyanyi tenar Tantri pernah membuka warung demi menyambung hidup. Ia melakukannya demi meringankan beban keluarga saat ayahnya pensiun dini karena stroke.

Tahun 2004 itu menjadi titik terendah dalam hidup saya. Saat kelas tiga mau lulus, ayah saya harus pensiun dini karena terserang stroke. Padahal saat itu saya dapat beasiswa dari sebuah perguruan tinggi di Jakarta, ujar Tantri.

Dihadapkan pada kondisi itu, Tantri mengaku dilematis. Antara mempertahankan keinginannya untuk kuliah atau bekerja demi membantu menyekolahkan adik laki-lakinya. Pada akhirnya Tantri memilih tidak mengambil beasiswa tersebut.

Sejak saat itu, debutnya sebagai penyanyi dimulai. Meski awalnya karena keterpaksaan untuk mengurangi beban orangtua. Jadilah ia dari panggung ke panggung menjadi vokalis sebuah band di Jakarta.

Saya bilang ke Mama, Mama stop kasih uang jajan ke saya yang penting adik bisa sekolah. Saat itu saya mulai nyanyi-nyanyi, jadi opening band sampai akhirnya bergabung masuk Kotak, ungkapnya.

Pada awal kariernya menyanyi, Tantri mengaku penghasilannya belum seberapa. Untuk menambah pendapatan, ia membuka warung kecil-kecilan di rumahnya. Saya juga buka warung, jualan apa saja,” katanya.

Ternyata keputusannya yang ikhlas untuk memilih bekerja demi adiknya agar bisa sekolah, Tantri mendapatkan berkah berupa kesuksesan berkarier di bidang musik. Kalau kita ikhlas, Allah kasih satu tangga ke atas. Jujur saya tidak bermimpi punya posisi seperti ini,kata Tantri. (berbagai sumber)

 

 

Ditulis Oleh:

Administrator