Dipublish pada:
Tidak ada orang hebat yang terlahir dari kemudahan. Ada jalan terjal, kerja keras, dan air mata yang harus dialami. Hal ini pun terjadi pada Tantri Syalindiri Ichlasari alias Tanti “Kotak”. Dalam salah satu akun YouTube, Tantri berbagi kisah perjalanan hidup, karier, keluarga, dan orangtuanya.
Tantri mengawali cerita tentang karakter ayahnya yang keras. Ia sampai frustasi bahkan nekad bunuh diri dengan menegak racun serangga. Untungnya belum sempat niat buruk itu terjadi, kedua orangtua Tantri segera mendobrak pintu kamarnya. Nyawa Tantri bisa terselamatkan. Hal ini terjadi saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
Karakter ayah dan ibunya yang bertolak belakang menjadi penyeimbang bagi Tantri. Ayahnya yang keras dan ibunya sangat penyabar. Saat itu, Tantri mengaku merasa hidup dalam tekanan ayahnya, dan sosok ibulah yang selalu menenangkannya dengan penuh kesabaran.
Sampai
suatu hari, ayahnya jatuh sakit. Saat itu Tantri melihat
sosok ibunya yang merupakan perempuan yang kuat
dan sabar. Ia tidak pernah dendam dengan perilaku ayah
Tantri yang
sering berlaku keras padanya. Ibunya bahkan
sangat menyayangi dan mengurusi ayah Tantri dengan sabar dan telaten.
Ayah Luar Biasa
Sosok ayahnya yang keras dan sempat membuat masa kecil Tantri tidak nyaman, berubah setelah Tantri tahu perjuangan sang ayah. Pernah suatu ketika, saat Tantri mengikuti audisi Dream Band (ajang pencarian bakat), ayahnya yang turun ke jalan untuk mencari dukungan. Ia membagi-bagikan pulsa kepada teman-teman sekolah Tantri agak mau mem-vote dirinya.
Bahkan
yang membuat Tantri sampai
menangis, ayahnya rela berutang untuk
membeli pulsa tersebut. Air mata Tantri pun tak
tertahankan saat mengetahui cerita itu dari
teman-temannya.
“Tan, Lo tahu gak apa yang bokap Lo lakuin selama Lo di asrama waktu Dream Band? Bokap Lo setiap hari datang ke sekolah dan bagi-bagiin pulsa,” cerita Tantri sambil berderai air mata ketika mengingat perjuangan ayahnya yang mendukung cita-cita Tantri sebagai penyanyi.
“Papaku orang yang luar biasa. Ia berjuang dan total mendukung untuk mewujudkan cita-cita hingga aku bisa seperti sekarang. Aku baru tahu sekarang kenapa papa begitu keras. Ia ingin aku jadi anak yang kuat, tegar, dan berhasil,” ujar Tantri.
Titik
Terendah
Siapa sangka penyanyi tenar Tantri pernah membuka warung demi menyambung hidup. Ia melakukannya demi meringankan beban keluarga saat ayahnya pensiun dini karena stroke.
“Tahun 2004 itu
menjadi titik terendah dalam hidup saya. Saat kelas tiga mau lulus, ayah saya
harus pensiun dini karena terserang stroke. Padahal saat itu saya dapat
beasiswa dari sebuah perguruan tinggi di Jakarta,”
ujar Tantri.
Dihadapkan
pada kondisi itu, Tantri mengaku dilematis. Antara mempertahankan keinginannya
untuk kuliah atau bekerja demi membantu menyekolahkan adik laki-lakinya. Pada
akhirnya Tantri memilih tidak mengambil beasiswa tersebut.
Sejak
saat itu, debutnya sebagai penyanyi dimulai. Meski
awalnya karena keterpaksaan untuk mengurangi beban
orangtua. Jadilah ia dari panggung ke panggung menjadi vokalis sebuah band di
Jakarta.
“Saya bilang ke
Mama, ‘Mama stop kasih uang jajan ke saya yang
penting adik bisa sekolah.’ Saat itu
saya mulai nyanyi-nyanyi, jadi opening band sampai akhirnya bergabung
masuk Kotak,” ungkapnya.
Pada
awal kariernya menyanyi, Tantri mengaku penghasilannya
belum seberapa. Untuk menambah pendapatan, ia membuka warung kecil-kecilan di
rumahnya. “Saya juga buka warung, jualan apa saja,” katanya.
Ternyata keputusannya yang ikhlas untuk memilih bekerja demi adiknya agar bisa sekolah, Tantri mendapatkan berkah berupa kesuksesan berkarier di bidang musik. “Kalau kita ikhlas, Allah kasih satu tangga ke atas. Jujur saya tidak bermimpi punya posisi seperti ini,” kata Tantri. (berbagai sumber)