Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | JAKARTA - Masjid Istiqlal menjadi saksi momen emosional dan penuh harapan dalam gelaran Kajian Tauhiid pada Ahad (12/04/2026). Ribuan jamaah memadati masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut hingga memenuhi lantai dua, untuk menyimak tausiah dari KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Pendiri Daarut Tauhiid (DT) Peduli dan sosok dai muda yang tengah naik daun, Koh Dennis Lim.
Kehadiran Koh Dennis Lim yang belakangan viral melalui berbagai konten podcast dan media sosial, memberikan warna tersendiri pada kajian kali ini. Kombinasi antara kharisma bijaksana Aa Gym dan gaya penyampaian lugas khas anak muda dari Koh Dennis Lim menjadi daya tarik luar biasa bagi jamaah lintas generasi.
Dalam inti kajiannya, Aa Gym memberikan pernyataan yang menyentuh hati para jamaah mengenai masa depan lembaga dakwah yang didirikannya, yaitu Daarut Tauhiid (DT). Ia menyampaikan rasa syukur dan optimisme yang mendalam atas munculnya sosok-sosok muda yang memiliki keteguhan tauhid dan integritas tinggi.
"Masa depan Daarut Tauhiid in sya Allah cerah. Kita tidak perlu khawatir, karena Allah telah menyiapkan penerus-penerus yang luar biasa seperti Koh Dennis Lim ini," ujar Aa Gym di hadapan ribuan pasang mata jamaah yang hadir.
Pernyataan tersebut seolah menjadi jawaban atas pertanyaan mengenai keberlangsungan dakwah DT di masa depan. Aa Gym menekankan bahwa regenerasi adalah sebuah keniscayaan, dan melihat potensi besar pada diri Koh Dennis Lim untuk meneruskan tongkat estafet perjuangan dakwah Manajemen Qolbu.
Koh Dennis Lim, yang dikenal luas melalui pendekatan dakwahnya yang relevan dengan problematika Gen Z dan milenial, menyampaikan materi pendamping yang tak kalah memukau. Ia membedah bagaimana tauhid menjadi pondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian zaman, senada dengan prinsip yang selama ini diajarkan oleh Aa Gym.
Antusiasme jamaah yang membludak hingga ke lantai dua Masjid Istiqlal membuktikan bahwa kolaborasi antar-generasi ini sangat dinantikan. Banyak jamaah muda yang sengaja datang karena sering menyimak potongan dakwah Koh Dennis di media sosial, namun ingin merasakan langsung aura spiritual dalam kajian tatap muka.
Sepanjang acara, suasana khidmat begitu terasa. Gemuruh dzikir dan lantunan shalawat menyelimuti ruang utama masjid. Kajian ini tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tapi juga menjadi momen penguatan ukhuwah antara guru dan murid, serta antara pendakwah dan jamaahnya.
Berhasilnya kajian ini membuat harapan besar pada pundak para generasi penerus, untuk tetap konsisten menyebarkan pesan tauhid yang inklusif dan menyejukkan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Baca Juga : DT Peduli Jakarta dan Aliansi NGO Laporkan Kesiapan Aksi Global Sumud Flotilla 2.0 di Kantor BAZNAS RI
Penulis : Revaldy
Penyunting : Cristi A. Sarif