DT Peduli Jawa Tengah Bagikan Praktik Baik Zakat Produktif di FESyar Regional Jawa 2026
DT Peduli Jawa Tengah berbagi praktik baik zakat produktif melalui program pelatihan teknisi sistem pendingin di FESyar Regional Jawa 2026.

DTPEDULI.ORG | SURABAYA — Setelah meraih Juara 1 Lomba Program ZISWAF Unggulan Kategori Zakat, Daarut Tauhiid (DT) Peduli Jawa Tengah kembali mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam Festival Ekonomi Syariah Regional (FESyar) Jawa 2026. Kali ini, DT Peduli Jawa Tengah hadir sebagai salah satu narasumber dalam Talkshow Optimalisasi ZISWAF yang mengangkat tema “Pemberdayaan Ekonomi Produktif Melalui Optimalisasi Dana ZISWAF”.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) di panggung utama, Exhibition Hall Lantai 1, Grand City Convention & Exhibition, Surabaya.

Talkshow ini menghadirkan sejumlah tokoh dan praktisi di bidang zakat, wakaf, kesehatan, serta akademisi. Para narasumber yang hadir di antaranya Sekretaris Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI), H. Anas Nasikin; Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, H. Muhammad Ghofirin; Sekretaris BWI Perwakilan Jawa Timur, Dr. H. Mohamad Arwani; dr. Pradipta Suarsyaf, MMRS, MPM, Dipl.BA, FRSPH, FISQua, dari RS Mata Achmad Wardi; serta Kepala Kantor DT Peduli Jawa Tengah, Vita Febriarini. Diskusi dipandu oleh Prof. Dr. Raditya Sukmana dari Universitas Airlangga sebagai moderator.

Forum ini membahas perkembangan ekosistem zakat dan wakaf di Indonesia, terutama upaya mengoptimalkan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Diskusi diawali dengan pemaparan dari perwakilan BWI dan BAZNAS mengenai kondisi serta upaya penguatan ekosistem zakat dan wakaf. Selanjutnya, DT Peduli Jawa Tengah berbagi praktik baik program pemberdayaan zakat produktif yang sebelumnya berhasil meraih Juara 1 Lomba Program ZISWAF Unggulan Kategori Zakat.
Dalam kesempatan tersebut, Vita Febriarini memaparkan pengalaman DT Peduli Jawa Tengah dalam mengembangkan Program Pelatihan Teknisi Sistem Pendingin. Program ini tidak hanya memberikan bantuan kepada mustahik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan teknis, pengetahuan manajemen usaha, serta dukungan peralatan agar dapat mengembangkan usaha dan membangun kemandirian ekonomi.
Pendekatan tersebut mencerminkan upaya mendorong penyaluran zakat agar tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan yang membuka peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.
“DT Peduli Jawa Tengah berikhtiar agar dana zakat yang diberikan kepada mustahik tidak hanya habis untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat menjadi modal keterampilan untuk keberlangsungan dan kemandirian mereka di masa yang akan datang,” ujar Vita Febriarini.

Melalui forum ini, DT Peduli Jawa Tengah menekankan pentingnya pengelolaan dana ZISWAF yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu mendorong dampak ekonomi yang terukur dan berkelanjutan.
Program Pelatihan Teknisi Sistem Pendingin menjadi salah satu contoh pemanfaatan dana zakat untuk pemberdayaan produktif. Melalui pelatihan keterampilan dan dukungan usaha, program ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi mustahik sehingga mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan penghasilan dan membangun kemandirian.
Keikutsertaan DT Peduli Jawa Tengah dalam Talkshow Optimalisasi ZISWAF pada FESyar Regional Jawa 2026 menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus memperluas peluang kolaborasi. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pengembangan program pemberdayaan zakat yang inovatif, produktif, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Penulis : Vita
Penyunting : Cristi A. Sarif



