Mahasiswa Penerima Beasiswa DT Peduli Bekasi Dampingi Santri RTQ Belajar Teknologi dan Kreativitas
Mahasiswa penerima Beasiswa DT Peduli Bekasi dampingi santri RTQ belajar teknologi, berpikir kritis, dan kreativitas di dua lokasi.

DTPEDULI.ORG | BEKASI — Mahasiswa penerima Beasiswa Daarut Tauhiid (DT) Peduli Bekasi menggelar kegiatan pendampingan edukatif bagi santri Rumah Tahfizh Qur’an (RTQ) pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini berlangsung serentak di dua lokasi, yakni RTQ Al Hijrah Cabangbungin dan RTQ Raudhatul Arrum, dengan fokus pada peningkatan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas anak.
Di RTQ Al Hijrah Cabangbungin, para mahasiswa memberikan materi dasar pengenalan Microsoft Word untuk meningkatkan keterampilan komputer para santri. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan latihan berpikir kritis melalui diskusi interaktif dan pemecahan masalah sederhana. Metode tersebut bertujuan melatih kemampuan santri dalam menganalisis persoalan dan menyusun pemikiran secara logis sejak dini.

Sementara itu, di RTQ Raudhatul Arrum, materi Microsoft Word dipadukan dengan aktivitas seni dan literasi. Para santri diajak membuat kerajinan tangan berbentuk bunga tulip, kemudian menyusun narasi deskriptif atau cerita pendek berdasarkan karya yang mereka hasilkan. Melalui kegiatan ini, santri berkesempatan mengembangkan kreativitas sekaligus melatih kemampuan berbahasa dan menulis.
Selain pendampingan edukatif, DT Peduli Bekasi juga menyosialisasikan sistem absensi digital kepada santri dan pengurus RTQ. Pengenalan sistem ini bertujuan mempermudah pencatatan kehadiran secara lebih terintegrasi dan efisien, sekaligus mendukung pengelolaan kegiatan pembinaan santri.
Staf Program DT Peduli Bekasi, Arif Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini menjadi sarana bagi mahasiswa penerima beasiswa untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui ilmu dan keterampilan yang mereka miliki.
“Pendampingan ini adalah ruang bagi mahasiswa penerima beasiswa untuk menyalurkan ide, gagasan, dan kepedulian mereka secara nyata. Kami ingin para santri RTQ tidak hanya teguh dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga adaptif terhadap teknologi, memiliki daya kritis, dan kreativitas yang tinggi meskipun kondisi mereka berbeda dengan kehidupan di kota. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” ujar Arif Hidayat.
Melalui kegiatan ini, DT Peduli Bekasi berupaya mendorong mahasiswa penerima beasiswa agar turut berperan dalam pengembangan pendidikan masyarakat. Kolaborasi dengan RTQ diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran yang memadukan nilai-nilai keislaman, keterampilan digital, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas anak.
Penulis : Annisa
Penyunting : Cristi A. Sarif



