Bayangkan sebuah ruang kelas yang tetap teguh berdiri, menjadi saksi lahirnya generasi beradab meski sang pembangunnya telah tiada. Atau, lahan yang awalnya terbengkalai berubah jadi lahan produktif yang mengalirkan manfaat untuk banyak orang.
Itulah keajaiban wakaf. Manfaatnya, bisa menjadi butiran beras yang mengenyangkan dhuafa, beasiswa anak-anak yang putus sekolah, harapan bagi yang terdampak bencana, dan cahaya di setiap jengkal fasilitas umum yang dibangun bersama. Wakaf bukan tentang seberapa besar aset yang dilepaskan, tapi tentang seberapa luas manfaat yang terus hidup dan menghidupi umat. 
Di bulan Ramadhan, setiap helaan napas adalah ibadah, dan setiap rupiah kebaikan dilipatgandakan tanpa batas. Namun, ada satu cara agar pahala Ramadhan kita tidak "berakhir" saat Idul Fitri tiba. Yaitu melalui Wakaf.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim)
Dengan berwakaf di bulan Ramadhan, kita sedang berinvestasi "Double Bonus". Pahala berlipat ganda karena momentum Ramadhan dan pahala yang terus mengalir karena sifat wakaf yang abadi. 
Melalui program Wakaf Bisa, kami meruntuhkan dinding penghalang antara Sahabat dan pahala jariyah. Kini, wakaf bukan lagi soal tanah ribuan meter, tapi soal niat tulus yang diwujudkan dengan nyata.
· Siapa Aja Bisa: Tak perlu menunggu jadi saudagar besar untuk mulai menanam aset akhirat.
· Berapa Aja Bisa: Kecil bagi kita, bisa jadi sangat besar manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan.
· Kapan Aja Bisa: Terutama di malam-malam istimewa mengejar Lailatul Qadar. 
Jangan biarkan Ramadhan kali ini berlalu tanpa ada "tabungan" yang abadi. Karena setiap kebaikan yang Sahabat tanam melalui Wakaf Bisa, layak untuk diabadikan hingga akhirat nanti
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Wahai Zat yang Maha hidup, Wahai Zat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan janganlah Engkau serahkan kepadaku meski hanya sekejap mata