Dari Lahan yang Terabaikan, Tumbuhkan Harapan Warga Sumatera Barat
Ada tanah yang belum memberi hasil, sementara ada keluarga yang setiap hari berharap bisa hidup lebih baik.
6066510700399497917-jpg-1789540333476.jpg296.19 KBDi tengah tanah Indonesia yang subur, masih ada orang tua yang berjuang dengan penghasilan tak menentu, petani yang bekerja keras namun hasil panennya belum cukup, serta lahan yang belum bisa dimanfaatkan karena keterbatasan modal, bibit, dan pendampingan.
Salah satunya berada di Kelurahan Kampung Manggih, Kota Padang Panjang. DT Peduli Sumatera Barat ingin menghidupkan kembali potensi lahan agar dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
Ikhtiar ini tidak berhenti di Kampung Manggih. Berbagai wilayah Sumatera Barat masih menyimpan lahan yang berpotensi diolah menjadi sumber pangan, penghidupan, dan kebaikan bagi masyarakat.
6066510700399497903-jpg-1789540345109.jpg302.24 KBMelalui program “Tanam Kebaikan untuk Indonesia”, masyarakat akan didampingi untuk mengelola lahan secara produktif melalui penyediaan bibit, sarana pertanian, dan penerapan sistem tumpangsari.
Lahan pesantren dan masjid pun turut diberdayakan agar menjadi ruang yang memberi manfaat bagi banyak orang.
6066510700399497915-jpg-1789540364835.jpg195.46 KBKarena terkadang, yang dibutuhkan seseorang bukan sekadar bantuan untuk bertahan, tetapi kesempatan untuk memiliki sumber kehidupan.6066510700399497908-jpg-1789540355661.jpg273.2 KBSahabat Peduli, satu benih mungkin terlihat kecil. Namun dari sanalah sebuah harapan bisa dimulai. Mari bersama menanam kebaikan di Kampung Manggih dan wilayah Sumatera Barat lainnya, agar apa yang kita titipkan hari ini dapat tumbuh menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
*) Dana yang terkumpul akan digunakan secara nasional, tidak terbatas pada satu wilayah tertentu.