Sahabat, pernahkah kita membayangkan menghafal ayat Al-Qur’an tanpa mushaf di tangan?
Di saat kita bisa memilih Al-Qur’an dengan sampul terbaik, aplikasi Qur’an pun selalu siap di genggaman, bahkan banyak masjid berdiri di setiap sudut.
Di balik itu ada saudara kita di Afrika justru berjuang dengan keterbatasan yang tak terbayangkan. Anak-anak muslim di Afrika yang belajar dari papan kayu usang. Ayat demi ayat ditulis tangan, dihapus dan ditulis lagi.
Bukan karena tradisi, tapi karena mereka tak punya pilihan.
Di beberapa wilayah seperti Mali, Somalia, hingga Kenya, mushaf adalah barang yang begitu berharga. Di tangan kita ia sering terdiam berdebu, di sana ia menjadi sesuatu yang hampir mustahil dimiliki.
Namun, keterbatasan tak pernah membuat mereka berhenti mencintai kalamullah. Dari ruang belajar yang sederhana, lantunan ayat tetap menggema. Hafalan tetap dijaga dan iman tetap menyala.
Lalu bagaimana dengan kita?
Mari hadiahkan mushaf Al-Qur’an untuk saudara muslim di Afrika. Insya Allah, setiap huruf yang mereka baca akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, bahkan saat kita telah tiada.
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Semoga saya cepat mendapatkan pekerjaan baru dan juga jodoh
Yaa Allah , Ampunilah Alm Bapak Suwarto. Lapangkan, luaskan, cahayakan dan jadikanTaman Surga di Alam Kuburnya. Aamiin Yaa Robbal 'Alamin
ya Allah jadikan setiap keberkahan dan pahala amal kebaikan kami senatiasa tercurah juga untuk almarhum orang tua kami, saudara kami yang telah mendahului kami berpulang ke Rahmatullah. semoga senantiasa dalam ampunan dan rahmat Allah swt. Amiiin
Ya RABB, Rahmatilah Bapak dengan ampunan,ridhoi, & terimalah "HADIAH" ini untuk kehidupan Bapak di Alam Barzakh,jadikan "Lentera terang" baginya disana
semoga kita semua selalu ada dalam ridho nya Allah SWT🤲