Pernahkah kita membayangkan tetap memberi, meski hidup sendiri penuh keterbatasan?
Itulah yang dijalani Ibu Sri Astutik (46 tahun) setiap harinya. Di balik kondisi fisik yang tak sempurna, Bu Sri memilih untuk terus bermanfaat bagi orang lain tanpa keluh, tanpa menyerah.
Dari rumah sederhananya, ia mengajar anak-anak berkebutuhan khusus. Anak-anak yang bahkan sempat ditolak oleh sekolah luar biasa (SLB).
Dengan kesabaran dan kasih sayang, Bu Sri mendampingi mereka belajar, tumbuh, dan kembali percaya bahwa mereka memiliki masa depan. 
Di sela mengajar, Bu Sri menjahit untuk menyambung hidup. Keahliannya tidak diragukan lagi. Ia pernah meraih Juara 1 “Desain Fashion GCC Batch 4” tingkat Provinsi Jawa Timur.
Pesanan datang silih berganti, tapi banyak yang tak bisa ia terima. Kesempatan menambah penghasilan terbuka, namun terhalang alat yang tak lagi mendukung.
Di sisi lain, sang suami, Mochammad Yusuf, juga seorang penyandang disabilitas yang mengabdi sebagai guru SLB dengan penghasilan terbatas.
Dua insan dengan keterbatasan fisik, namun memiliki keteguhan hati yang luar biasa. Mereka tak berhenti memberi, meski hidup tak selalu mudah.
Sahabat Peduli, bantuan Anda untuk menghadirkan mesin jahit baru bukan sekadar menghadirkan alat kerja. Ini adalah dukungan agar Bu Sri bisa terus berkarya, mengajar, dan membantu sesama meski dalam keterbatasan.
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar