Di Desa Sadamantra Kabupaten Kuningan, senja sering datang tanpa lantunan ayat suci.
Bukan karena warganya tak cinta Al-Qur’an, melainkan karena belum ada tempat untuk belajar dan bertumbuh bersama cahaya-Nya.
Anak-anak SMP, usia paling rentan sekaligus paling menentukan, tumbuh tanpa ruang mengaji yang teratur. Waktu mereka tersita, jarak menjadi penghalang, dan akhirnya Al-Qur’an perlahan menjauh dari genggaman.
Mushala di desa ini terbengkalai, berdiri bisu tanpa suara anak-anak yang melantunkan ayat suci. Tak ada lembaga yang membimbing secara mendalam. Tak ada tempat yang menyiapkan generasi penghafal Al-Qur’an.
Sementara itu, banyak keluarga tak mampu yang mendambakan pendidikan agama untuk anak-anaknya. Mereka ingin, tapi tak tahu harus ke mana.
Namun harapan itu kerap terhenti karena biaya, akses dan keterbatasan.
Dari kegelisahan inilah sebuah ikhtiar lahir, ingin membangun Pesantren Daarut Tarbiyatil Qur’an (DTQ) sebagai pusat pendidikan Islam di Sadamantra. Tak hanya sebagai tempat mengaji, tapi juga sebagai tempat yang akan melahirkan generasi penghafal Qur’an, pemimpin umat, dan penjaga nilai-nilai Islam.
Nyalakan Cahaya ilmu di Desa Sadamantra, yang insyaAllah mengalir pahalanya selama Al-Qur’an diajarkan dan dihafalkan.
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Semoga berkah untuk semua. Aamiin
Selalu diberikan kesehatan, dilimpahkan rezeki yg barokah agar bisa melunasi rumah Aamiin
Bismillahirrahmanirrahim YaAllah, aku mohon dengan berkah sedekah ini, titipkan pahala sedekah ini untuk kedua orang tuaku, Aamiin.
Semoga selalu berkah setiap Hela nafas yg tersisa
Ya Allah hamba niatkan wakaf a.n Didi wahdia bin mista dan Acup hatiana binti dani