Sosial Kemanusiaan Makassar2 menit baca

Suami Alami Gejala Stroke pada Tengah Malam, Ibu Sukmawati Terbantu Ambulans DT Peduli Sulsel

Ibu Sukmawati terbantu ambulans DT Peduli Sulsel saat suaminya alami gejala stroke tengah malam, tanpa biaya transportasi membebani.

Layanan Ambulans DT Peduli Sulsel Siap Layani Masyarakat 24 Jam
Layanan Ambulans DT Peduli Sulsel Siap Layani Masyarakat 24 Jam

DTPEDULI.ORG | MAKASSAR — Pukul 22.22 WITA, kepanikan menyelimuti rumah sederhana di Jalan Nipah, Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Suami Sukmawati terbaring lemah dengan gejala stroke dan membutuhkan pertolongan medis segera.

Tanpa kendaraan dan dengan kondisi keuangan terbatas, Sukmawati kebingungan mencari transportasi untuk membawa suaminya ke rumah sakit. Situasi semakin sulit karena kejadian tersebut berlangsung larut malam, Jumat (23/10/2026).

1000020433.jpg

Di tengah kondisi darurat itu, Sukmawati menghubungi layanan Ambulans Daarut Tauhiid (DT) Peduli Sulawesi Selatan (Sulsel). Tak lama kemudian, armada ambulans datang menjemput dan mengantarkan suaminya ke Rumah Sakit Grestelina, Jalan Hertasning, Makassar.

“Alhamdulillah, dengan adanya Ambulans DT Peduli dan Hisana, saya sangat terharu dan betul-betul terbantu. Apalagi dalam kondisi mendesak seperti ini, suami saya harus segera dibawa ke rumah sakit pada tengah malam. Sementara itu, saya memang tidak memiliki kendaraan,” tutur Sukmawati.

Bagi Sukmawati, kehadiran layanan ambulans tersebut sangat berarti. Ia mengaku sempat mempertimbangkan layanan ambulans berbayar, tetapi terkendala biaya.

“Terus terang, dengan kondisi keuangan saat ini, jika menggunakan ambulans berbayar, biayanya lumayan besar. Saya pernah menghubungi salah satu layanan dan tarifnya Rp.350.000 untuk sekali jalan,” ungkapnya.

1000020434.jpg

Layanan Ambulans DT Peduli Sulsel yang tidak mematok tarif menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan transportasi menuju fasilitas kesehatan. Penerima layanan dapat memberikan infak seikhlasnya sesuai kemampuan.

“Alhamdulillah, sepertinya ini jalan dari Allah. Saya berdoa, lalu tiba-tiba diperlihatkan nomor layanan ini. In sya Allah, saya akan membagikan informasi ini sebanyak-banyaknya karena pasti banyak orang yang membutuhkan,” lanjut Sukmawati.

Staf Program DT Peduli Sulsel, Fergiawan, menjelaskan bahwa layanan ambulans tersebut dihadirkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi medis, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan akses.

Menurutnya, Ambulans DT Peduli Sulsel beroperasi selama 24 jam untuk melayani antar-jemput pasien, baik mustahik maupun masyarakat umum yang membutuhkan.

“Layanan ambulans ini tidak mematok tarif. Kami hanya membuka kesempatan untuk memberikan infak seikhlasnya sebagai pengganti biaya bahan bakar minyak (BBM). Ini merupakan bentuk kebersamaan agar ambulans dapat terus membantu orang lain yang membutuhkan,” jelas Fergiawan.

Melalui sistem infak tersebut, DT Peduli Sulsel berharap operasional ambulans dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Infak dari penerima layanan diharapkan turut membantu mendukung kebutuhan operasional agar armada tetap dapat digunakan untuk menolong pasien berikutnya.

Kisah Sukmawati menjadi gambaran pentingnya layanan transportasi medis yang mudah diakses, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi darurat pada malam hari. Kehadiran Ambulans DT Peduli Sulsel diharapkan dapat membantu warga memperoleh akses menuju fasilitas kesehatan tanpa terbebani biaya transportasi yang tidak terjangkau.

Penulis : Indar

Penyunting : Cristi A. Sarif

Penilaian Pembaca

Belum ada penilaian
Seberapa bermanfaat tulisan ini?