Kesehatan Serang Banten1 menit baca

Program Peduli Stunting, DT Peduli Serang dan Jakarta Berikan Edukasi Gizi kepada Penerima Manfaat di Pandeglang

DT Peduli Serang dan Jakarta berikan edukasi gizi serta makanan tambahan untuk ibu hamil, menyusui, dan balita di Pandeglang cegah stunting.

DT Peduli Serang Gelar Edukasi Gizi dan Salurkan Bantuan dalam Program Peduli Stunting
DT Peduli Serang Gelar Edukasi Gizi dan Salurkan Bantuan dalam Program Peduli Stunting

DTPEDULI.ORG | PANDEGLANG — Daarut Tauhiid (DT) Peduli Serang berkolaborasi dengan DT Peduli Jakarta menggelar Program Peduli Stunting melalui kegiatan edukasi kesehatan dan pemberian makanan tambahan (PMT) di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu (25/11/2026). Kegiatan ini menyasar para penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

1000020450.jpg

Dalam kegiatan tersebut, kader ibu dan bidan desa, Ani, turut memberikan edukasi serta pendampingan mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak dini.

Bidan Ani menyampaikan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal jauh dari pusat kota dan memiliki keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan.

1000020449.jpg

Menurutnya, melalui penyuluhan tersebut, masyarakat memperoleh pengetahuan tambahan mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak serta memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan, menyusui, dan pertumbuhan balita.

Setelah rangkaian edukasi selesai, DT Peduli Serang juga mendistribusikan PMT berupa susu kepada para penerima manfaat sebagai dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan anak.

1000020451.jpg

Staf Program DT Peduli Serang, Epul Saepudin, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan intervensi gizi secara langsung kepada masyarakat.

“Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan makanan tambahan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi dan pola hidup sehat. Harapannya, para ibu semakin memahami bagaimana menjaga kesehatan diri dan tumbuh kembang anak sehingga risiko stunting dapat dicegah sejak dini,” ungkapnya.

1000020448.jpg

Epul berharap kolaborasi ini dapat berkontribusi dalam mendukung kesehatan ibu dan anak sekaligus memperluas edukasi gizi hingga ke wilayah pelosok. Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat, hingga lembaga sosial.

Penulis : Bagus Saefullah

Penyunting : Cristi A. Sarif

Penilaian Pembaca

Belum ada penilaian
Seberapa bermanfaat tulisan ini?