Belum ada setahun, Santri Beasiswa Baitul Qur’an —Dian sudah menamatkan 24 Juz Al-Qur’an. Semangatnya benar-benar mewujudkan rasa syukurnya karena bisa menggapai cita-cita yang mulia.
Bagaimana tidak, menjadi orang yang banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an serta mengamalkan isinya, memiliki kemuliaan spesial yang tidak dimiliki siapa pun.
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya” (HR. Ahmad)
Masya Allah! Siapa yang tidak mau menjadi hamba yang benar-benar spesial di sisi-Nya? Tentu semuanya mau. Termasuk Dian.
Namun di balik cita-cita untuk meraih kemuliaan tersebut, Dian sempat terhalang oleh keterbatasan ekonomi sehingga belum mampu mengenyam pendidikan Al-Qur’an secara intensif. Hingga akhirnya, Allah menakdirkannya mendapat Beasiswa Hafidz Qur’an yang memberikan kesempatan untuknya menghidupkan Kalamullah sekaligus akhlak Qur’ani, tanpa terbebani oleh keadaan finansial.
Sahabat Peduli, Dian hanyalah satu dari banyak anak yang menyimpan tekad mulia untuk menjadi seorang hafidz Al-Qur’an, namun keterbatasan biaya pendidikan membuat tekad mereka harus tertunda.
Bayangkan betapa beruntungnya ketika kita dapat meraih pahala yang terus mengalir dari setiap huruf yang dilantunkan para hafidz sepanjang hidupnya.

Memberikan dukungan kepada para penuntut ilmu melalui kebutuhan penunjangnya, termasuk bagian dari mengarahkan kepada kebaikan. Dengan demikian, pahala yang mereka raih atas ilmu yang dipelajari, insya Allah turut mengalir kepada para dermawan yang membantu.
Program ini hadir untuk menopang generasi Islam terus dapat menempuh pendidikan, tumbuh menjadi pribadi berilmu, berakhlak mulia, serta memberi manfaat luas bagi lingkungan sekitarnya.
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar