Di sebuah sudut permukiman sederhana di Jl. Puntodewo IV, Blimbing, Kota Malang, ada tanah wakaf yang menyimpan harapan besar. Bukan sekadar lahan, melainkan amanah kebaikan untuk melahirkan generasi penjaga Kalam Allah.

Namun semangat mereka tak pernah padam. Ayat demi ayat terus dihafalkan dengan penuh ketulusan—menggerakkan hati banyak orang untuk mendukung pembangunan Asrama Penghafal Al-Qur’an.

Yang membuat perjuangan ini begitu menyentuh, seluruh kegiatan santri gratis. Tidak ada biaya pendidikan, asrama, maupun operasional, karena mayoritas santri adalah yatim piatu dan dhuafa. Semua berjalan berkat uluran tangan para dermawan yang mencintai generasi Qur’ani.
Sahabat peduli, setiap ayat yang mereka hafalkan, setiap doa yang terlantun, insya Allah menjadi pahala yang terus mengalir.
“Jika manusia meninggal dunia, terputus amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. At-Tirmidzi)
Mari jadikan infak kita sebagai sedekah jariyah yang tak pernah putus. Bersama, kita wujudkan Asrama Penghafal Al-Qur’an, rumah bagi para penjaga Kalam Ilahi.
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
Bedonasi sebesar
doakan saya untuk mendapatkan ridha Allah dalam menjalankan setiap pekerjaan saya
Mohon doa dilunaskan seluruh hutangnya. Dijauhkan dari hutang baru. Diberikan selamat dunia akhirat.
Allahumma yassir wa laa tu'assir, Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrota a'yun waj'alna Lil muttaqina imaman
Bismillah
Ya Allah Kabulkan lah segala hajat dan cita citaku, sukseskanlah aku kayakanlah aku