Sosial Kemanusiaan Bogor3 menit baca

DT Peduli Bogor dan APDESI Kabupaten Bogor Rampungkan 10 Titik Sumur Bor dan MCK di Aceh

DT Peduli Bogor dan APDESI Kabupaten Bogor merampungkan 10 titik sumur bor dan MCK di Aceh, menyediakan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak bencana.

1000019703
1000019703

DTPEDULI.ORG | BIREUEN, ACEH – Akses air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir, termasuk para santri yang harus kembali menjalani aktivitas ibadah dan belajar di tengah keterbatasan. Menjawab kebutuhan tersebut, DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan Daarut Tauhiid (DT) Peduli Bogor melalui program pemulihan bencana untuk menghadirkan kembali akses air bersih dan fasilitas sanitasi bagi masyarakat Aceh.

Melalui Program Recovery Bencana senilai Rp. 250.000.000, kolaborasi ini berhasil merampungkan pembangunan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di 10 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. Fasilitas MCK dilengkapi atap galvalum dan lantai keramik untuk menunjang kenyamanan serta kebersihan para penggunanya.

Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, program ini menjadi wujud solidaritas antardaerah dalam membantu masyarakat bangkit setelah dilanda bencana. Ketersediaan air bersih diharapkan dapat mendukung aktivitas sehari-hari, menjaga kebersihan lingkungan, serta membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Dayah Raudhatul Ma'arif yang berlokasi di Desa Cot Trueng, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Bagi para santri di dayah tersebut, hadirnya sumur bor menjadi dukungan penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mulai dari berwudu dan bersuci hingga menunjang kebersihan serta aktivitas belajar sehari-hari.

Pascabencana, keterbatasan akses air bersih menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dan lingkungan pendidikan keagamaan. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, para santri kini diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas ibadah dan menuntut ilmu dengan lebih nyaman.

Pimpinan Dayah Raudhatul Ma'arif, Tgk. H. Muhammad Amin Daud, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan melalui kolaborasi DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bogor dan DT Peduli.

“Bismillahirrahmanirrahim. Di saat bumi kami sempat teruji oleh musibah dan kami menatap hari esok dengan kecemasan, Allah SWT mengirimkan kepedulian dari saudara-saudara kami yang jauh di Kabupaten Bogor. Air adalah sumber kehidupan, dan setiap tetes air yang mengalir dari sumur bor ini adalah penyejuk jiwa bagi para santri kami yang sedang menuntut ilmu Allah.

Atas nama keluarga besar Dayah Raudhatul Ma'arif, para santri, dan masyarakat Desa Cot Trueng, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bogor dan DT Peduli. Bantuan ini bukan hanya sekadar bangunan MCK dan tangki air, melainkan bukti nyata bahwa kasih sayang dan persaudaraan sesama anak bangsa tidak pernah terhalang oleh jarak.

Semoga setiap tetes air yang dipakai wudu oleh para santri dan jamaah di sini mengalirkan pahala jariyah yang tiada putusnya bagi seluruh pengurus APDESI, donatur, serta relawan DT Peduli. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak dan Ibu sekalian dengan keberkahan, kesehatan, dan kejayaan yang berlipat ganda. Aamiin ya Rabbal 'alamin,” ungkapnya.

Rampungnya pembangunan di 10 titik tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak banjir di Aceh. Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian dapat melampaui batas geografis dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui sinergi bersama DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bogor, DT Peduli Bogor berharap fasilitas air bersih dan sanitasi yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan para santri.

Sebab, air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Di balik setiap alirannya, ada harapan untuk kembali beraktivitas, beribadah dengan nyaman, dan melanjutkan kehidupan setelah bencana.

Baca Juga: Komunitas Donatur Ngalimed dan DT Peduli Bogor Salurkan Bantuan untuk Pesantren Terdampak Kebakaran

Penulis: Widi

Penyunting: Cristi A. Sarif

Penilaian Pembaca

Belum ada penilaian
Seberapa bermanfaat tulisan ini?