BPKH dan DT Peduli Salurkan Bantuan bagi Penyintas Gempa NTT, Dapur Umum Lampaui Target
BPKH dan DT Peduli menyalurkan bantuan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan bagi penyintas gempa NTT, dengan dapur umum melampaui target.

NUSA TENGGARA TIMUR – Bantuan kemanusiaan masih menjadi penopang masyarakat terdampak di tengah keterbatasan pascagempa. Melalui Program Kemaslahatan Tanggap Bencana Gempa Bumi Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama DT Peduli menyalurkan bantuan pangan, air bersih, perlengkapan kebersihan, hingga pelayanan kesehatan bagi para penyintas.
Penyaluran bantuan berlangsung pada 27 Agustus hingga 18 September 2026, dengan menyasar tiga wilayah, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Sikka. Program ini melibatkan BPKH sebagai pemberi dukungan kemaslahatan, DT Peduli sebagai mitra pelaksana, serta Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dalam pelayanan kesehatan.
Bantuan tersebut mencakup enam bentuk layanan, yaitu dapur umum, distribusi air bersih, paket sembako, perlengkapan kebersihan (hygiene kit), perlengkapan tempat tinggal darurat (shelter kit), dan pelayanan kesehatan. Seluruhnya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat setelah bencana.

Dapur Umum Lampaui Target Penyaluran
Salah satu bantuan yang disalurkan berupa makanan siap santap melalui dapur umum. Dari target 3.000 porsi, sebanyak 4.400 porsi berhasil didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Jumlah tersebut melampaui target awal program.
Selain bantuan pangan, tim menyalurkan enam tangki air bersih serta masing-masing 300 paket sembako, hygiene kit, dan shelter kit. Bantuan tersebut menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat, termasuk Kampung Batok di Desa Salama, Desa Ruis, Desa Bari, Desa Terang, dan Desa Pontianak.
Layanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan ini. Dari target 400 penerima manfaat, sebanyak 414 orang mendapatkan pelayanan kesehatan di sejumlah lokasi di Kabupaten Manggarai Barat, di antaranya Kampung Lemes, Pulau Messah, Desa Siru, dan Pulau Medang.
Kepala Desa Pulau Messah, Mustaming, menyampaikan apresiasi atas bantuan dan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada warganya. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat terdampak.
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BPKH, DT Peduli, dan BSMI atas pelayanan kesehatan yang dilakukan. Besar harapan kami agar kegiatan seperti ini tidak cukup hanya sampai hari ini, tetapi pada kesempatan berikutnya bisa kembali dilaksanakan dengan lebih baik,” ujar Mustaming.

Menguatkan Pemulihan Masyarakat
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA mengguncang wilayah NTT dan berdampak pada sejumlah kabupaten, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Nagekeo, Ngada, dan Ende. Kerusakan bangunan serta ancaman gempa susulan menambah tantangan bagi masyarakat dalam memulihkan kehidupan mereka.
Dalam situasi tersebut, bantuan kemanusiaan tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga mendukung upaya pemulihan masyarakat. Ketersediaan pangan, air bersih, perlengkapan kebersihan, tempat tinggal darurat, dan akses layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi warga selama masa tanggap bencana.
Kolaborasi BPKH dan DT Peduli melalui program kemaslahatan ini juga sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pengentasan kelaparan, peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, akses air bersih dan sanitasi, serta penguatan kemitraan.
Bagi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana, proses pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan. Melalui penyaluran bantuan ini, BPKH dan DT Peduli berupaya menghadirkan dukungan nyata agar para penyintas dapat memenuhi kebutuhan dasar dan berangsur bangkit dari situasi sulit.
Penulis: M. Nailul Faza
Penyunting: Astri Rahmayanti



