Santriwati DT Peduli Lubuklinggau Selesaikan Tasmi’ Lima Juz Al-Qur’an dengan Predikat Mumtaz
Santriwati DT Peduli Lubuklinggau berhasil menyelesaikan tasmi lima juz Al-Qur’an secara bil ghaib dengan predikat Mumtaz, menjadi motivasi bagi santri lainnya.

DTPEDULI.ORG | LUBUKLINGGAU — Nazwa Khoirun Nisa, santriwati Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ) Daarut Tauhiid binaan DT Peduli Lubuklinggau, berhasil menyelesaikan tasmi’ hafalan Al-Qur’an sebanyak lima juz secara bil ghaib atau tanpa melihat mushaf dalam sekali duduk. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (27/10/2026) tersebut ditutup dengan predikat Mumtaz.
Dalam tasmi’ tersebut, Nazwa memperdengarkan hafalan juz 30, 29, 28, 27, dan 26. Capaian ini merupakan hasil dari kesungguhan dalam menghafal, menjaga, dan mengulang ayat-ayat Al-Qur’an, dengan pendampingan para ustazah.
Di bawah bimbingan Ustazah Afifah, Nazwa terus menjalani proses menghafal dan memantapkan hafalannya. Tasmi’ lima juz ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus menjaga semangat murajaah, memperkuat hafalan, dan meningkatkan kualitas bacaan.
Selain kegiatan tasmi’, DT Peduli Lubuklinggau juga memublikasikan laporan perkembangan hafalan santri RTQ Daarut Tauhiid dan Muslihan Islamic School per 28 Oktober 2026. Laporan tersebut menjadi dokumentasi proses pembinaan pendidikan Al-Qur’an yang dijalani para santri.
Di RTQ Daarut Tauhiid, Nazwa Khoirun Nisa tercatat telah mencapai hafalan 30 juz dan memasuki tahap mutqin, yaitu proses penguatan serta pemantapan hafalan agar semakin terjaga. Santriwati lainnya juga terus mengembangkan hafalan sesuai kemampuan dan tahapan pembinaan masing-masing.
Sementara itu, para santri putra di Muslihan Islamic School menunjukkan perkembangan hafalan yang beragam, mulai dari juz 30 hingga lima juz. Proses pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan adab dan akhlak para santri.
Dalam laporan tersebut, aspek adab santri juga mendapat perhatian. Nilai yang tercantum untuk aspek ini adalah 5/5. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembinaan pendidikan Al-Qur’an turut memperhatikan keseimbangan antara pencapaian hafalan dan pembentukan karakter.
Ketua Kantor Layanan DT Peduli Lubuklinggau, Andian Pradita, menyampaikan apresiasi atas capaian Nazwa dan perkembangan hafalan para santri di kedua lembaga pendidikan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan para santri merupakan hasil dari kesungguhan dalam menghafal dan menjaga Al-Qur’an, yang didukung oleh bimbingan para ustaz dan ustazah, orang tua, serta para donatur.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan mengapresiasi capaian yang diraih oleh Nazwa dan seluruh santri. Bagi kami, keberhasilan dalam menghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang banyaknya juz yang diselesaikan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat tertanam dalam hati, tercermin dalam perilaku, dan diwujudkan melalui akhlak sehari-hari.
“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus menjaga hafalan, meningkatkan kualitas diri, dan istiqamah dalam menuntut ilmu. Semoga melalui pembinaan di Rumah Tahfidz Qur’an Daarut Tauhiid dan Muslihan Islamic School, kita dapat bersama-sama melahirkan generasi Qur’ani yang beradab mulia dan memberikan manfaat bagi umat,” ungkap Andian.
Ia juga berharap dukungan masyarakat dan para donatur terhadap program pendidikan Al-Qur’an terus tumbuh. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang memperoleh kesempatan untuk belajar, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Melalui pembinaan di RTQ Daarut Tauhiid dan Muslihan Islamic School, DT Peduli Lubuklinggau berupaya mendampingi para santri dalam mengembangkan hafalan sekaligus membentuk karakter Islami. Capaian Nazwa dan perkembangan santri lainnya menjadi bagian dari proses panjang pendidikan Al-Qur’an yang membutuhkan kesungguhan, pendampingan, dan dukungan bersama.
Penulis : Martiyas Saputra (Qobul)
Penyunting : Cristi A. Sarif



