Kabar1 menit baca

Sisa Nilam Diolah Jadi Pupuk, KOPMU-DT Perkuat Ekosistem Usaha Petani

Sisa Nilam Diolah Jadi Pupuk, KOPMU-DT Perkuat Ekosistem Usaha Petani

DTPEDULI.ORG | PURWOREJO — Sisa hasil penyulingan tanaman nilam di Desa Tlaga Rejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, berpotensi diolah menjadi pupuk kompos dan media tanam. Gagasan tersebut menjadi bagian dari pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Pupuk Kompos dan Media Tanam KOPMU-DT untuk mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus memperkuat usaha petani.

Melalui KUBE, sisa daun dan bagian tanaman nilam akan diolah menjadi pupuk kompos dan media tanam, sementara batangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk proses penyulingan berikutnya. Produk pupuk yang dihasilkan nantinya tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat umum, tetapi juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan Penerima Manfaat (PM) Program Peduli Petani Sejahtera Atsiri Nilam dan Program Sacha Inchi.

“Harapannya, KUBE ini bukan hanya menjadi solusi pemanfaatan limbah nilam, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem usaha yang saling menguatkan,” ujar Manajer USPPS dan Program Pemberdayaan KOPMU-DT, Dodi Sutisna.

Pengembangan KUBE tersebut didukung beragam potensi Desa Tlaga Rejo, mulai dari budidaya nilam dan pembibitan menggunakan polybag, peternakan kambing etawa, produksi gula aren, kerajinan besek, hingga komoditas hortikultura seperti kopi. Modal sosial berupa budaya gotong royong dan keguyuban masyarakat juga menjadi kekuatan dalam pengembangan program.

Gagasan tersebut disosialisasikan kepada 10 warga dengan didampingi perangkat desa dan tokoh masyarakat pada Kamis (24/9/2026). Warga antusias berdiskusi mengenai teknis produksi dan manfaat program.

Melalui Program Desa Sejahtera Purworejo, KOPMU-DT mendorong potensi lokal tersebut terhubung menjadi ekosistem usaha: sisa nilam diolah menjadi pupuk, pupuk mendukung budidaya petani, dan produk KUBE memiliki peluang pasar yang dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Penulis: Tim KOPMU
Penyunting: Astri

Penilaian Pembaca

Belum ada penilaian
Seberapa bermanfaat tulisan ini?