Kabar2 menit baca

DT Peduli Malang Dampingi Petani Disabilitas Kembangkan Usaha Pertanian

DT Peduli Malang Dampingi Petani Disabilitas Kembangkan Usaha Pertanian

DTPEDULI.ORG | MALANG — Daarut Tauhiid (DT) Peduli Malang melakukan pendampingan dan survei terhadap tiga petani disabilitas di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan usaha pertanian sekaligus memastikan pemanfaatan bantuan yang telah diberikan kepada para petani.

Tiga penerima manfaat tersebut adalah Kus, Muslim, dan Yusuf. Mereka mengembangkan usaha pertanian dengan menyesuaikan pola tanam berdasarkan kondisi lahan dan cuaca.

Kus dan Muslim bekerja sama menggarap lahan sawah. Pada musim tanam sebelumnya, keduanya menanam padi. Namun, sekitar seperempat lahan mengalami gagal tanam akibat serangan wereng.

WhatsApp Image 2026-10-04 at 19.11.59.jpeg 818.13 KB

Kondisi tersebut tidak membuat keduanya berhenti bertani. Lahan yang kosong kemudian dimanfaatkan untuk menanam pakcoy. Tanaman tersebut dapat dipanen sekitar satu bulan kemudian dan dijual kepada warga sekitar dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Memasuki musim tanam kedua, lahan kembali dioptimalkan dengan berbagai jenis tanaman. Lahan dibagi menjadi dua bagian, yakni untuk tanaman edamame dan padi dengan metode tanpa olah tanah (TOT).

Sementara itu, bagian pinggir lahan edamame ditanami kacang panjang. Bagian batas atas lahan dimanfaatkan untuk menanam pakcoy dan tomat buah.

Kondisi lahan yang cenderung kering dan sulit mendapatkan air membuat para petani harus beradaptasi dalam menentukan pola tanam. Langkah tersebut dilakukan agar lahan tetap produktif sekaligus membantu mempercepat perputaran modal dari lahan yang mereka sewa.

Sementara itu, Yusuf juga memasuki musim tanam kedua setelah sebelumnya menanam cabai besar. Hampir separuh tanaman cabainya mati akibat serangan hama dan kondisi kemarau.

Kondisi lahan Yusuf berbeda dengan lahan yang digarap Kus dan Muslim. Lahannya cenderung basah karena ketersediaan air cukup melimpah, sementara sistem pembuangan air belum optimal.

Pada musim tanam kedua, Yusuf memilih menanam kubis yang saat ini baru berusia sekitar lima hari. Pemilihan komoditas tersebut disesuaikan dengan kondisi lahan yang basah serta cuaca yang cenderung terik.

Para petani mengaku terbantu dengan dukungan DT Peduli Malang berupa bantuan uang tunai. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk membeli peralatan pertanian dan memenuhi kebutuhan modal sewa lahan.

Bantuan tersebut menjadi dorongan bagi para petani untuk terus mengembangkan usaha dan mengoptimalkan potensi lahan yang mereka garap.

Yusuf, yang juga merupakan Ketua Komunitas Disabilitas Kabupaten Malang, mengatakan DT Peduli Malang menjadi salah satu komunitas pertama yang memberikan dukungan kepada mereka.

“Kami berkomitmen membawa amanah dengan mengelola bantuan dengan baik agar dapat menyejahterakan dan memperluas manfaatnya sehingga tidak hanya berhenti di kami,” ujar Yusuf.

Pendampingan tersebut menunjukkan upaya para petani disabilitas dalam mengembangkan usaha secara mandiri. Dengan menyesuaikan pola tanam terhadap kondisi lahan dan cuaca, mereka terus menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengembangkan sumber penghasilan.

Baca jugaWida Catering Bersama DT Peduli Malang Bahagiakan Anak Panti Asuhan Al-Hayatul Islamiyah dengan Salurkan Paket Jumat Berkah

Penulis: Suciati HandayaniPenyunting: Cristi A. Sarif

Penilaian Pembaca

Belum ada penilaian
Seberapa bermanfaat tulisan ini?