Dari Luka Menuju Harapan, DT Peduli Dampingi Perjuangan Pasien Palestina di Yordania

DTPEDULI.ORG | YORDANIA — Relawan Daarut Tauhiid (DT) Peduli, Koh Dennis, mengunjungi Al Essra Hospital di Amman, Yordania, Jumat (2/10/2026), untuk menjenguk sekaligus menyalurkan bantuan biaya pengobatan bagi pengungsi Palestina yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Sejumlah pasien yang ditemui merupakan korban serangan Israel. Mereka mengalami luka berat hingga kehilangan anggota tubuh.
Salah satunya Zain, anak Palestina yang harus menjalani amputasi pada kakinya. Ia telah menjalani perawatan di rumah sakit selama lebih dari satu tahun. Meski menghadapi kondisi tersebut, Zain tetap menyambut kedatangan relawan dengan senyum lebar.
Sebelum mengalami amputasi, Zain gemar bermain sepak bola. Kini, ia masih memiliki kegemaran bermain meski dengan cara yang berbeda. Boneka menjadi teman bermainnya sekaligus menemani adik perempuannya.
Di tengah kondisinya, Zain tetap memiliki cita-cita besar. Dengan penuh keyakinan, ia mengatakan, “Aku ingin menjadi pengusaha.”
Saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi Zain disebut jauh lebih parah dibandingkan saat ini. Lukanya terbuka dan basah, terutama pada bagian kaki yang kemudian harus diamputasi. Kondisi tubuhnya pun sangat kurus.
Kini, Zain telah menggunakan kaki prostetik yang diperolehnya melalui bantuan masyarakat Indonesia melalui DT Peduli. Dengan kaki prostetik tersebut, ia tetap berusaha menjalankan aktivitasnya, termasuk mendirikan salat di masjid.
Pasien lainnya adalah Muhammad, remaja Palestina berusia 16 tahun yang kehilangan satu tangannya akibat serangan Israel. Selama lebih dari satu tahun dua bulan, ia menjalani aktivitas dengan satu tangan.
Meski kehilangan anggota tubuh di usia muda, Muhammad tetap memiliki cita-cita. Ia berharap kelak dapat menjadi pejuang di Gaza.

Walid juga merupakan korban serangan yang harus kehilangan salah satu kakinya. Ia telah menikah dan memiliki anak ketika masih tinggal di Gaza. Namun, kebutuhan untuk menjalani perawatan serius membuatnya harus berpisah sementara dari keluarga kecilnya demi mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.
Di tengah proses pengobatan, Walid menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia dengan doa tulus dan senyum lebar.
“Terima kasih atas pertolongan Indonesia terhadap Palestina, terutama kepada warga Gaza. Kalian selalu mendukung kami secara psikologis dan kesejahteraan. Semoga Allah memberkahi kalian dan menghentikan kejahatan genosida ini.”
Penulis: Faiha Athiyah Azhim



