Ekonomi Makassar2 menit baca

DT Peduli Dampingi Empat Difabel di Jeneponto Kembangkan Usaha Hortikultura

DT Peduli dampingi empat difabel di Jeneponto kembangkan usaha hortikultura dengan bantuan modal dan sarana produksi untuk kemandirian ekonomi.

DT Peduli Dampingi Empat Difabel di Jeneponto Kembangkan Usaha Hortikultura

DTPEDULI.ORG | JENEPONTO – Empat penyandang disabilitas di Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengembangkan usaha pertanian hortikultura untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Upaya ini didukung melalui program Impact Farming DT Peduli Sulawesi Selatan yang menyalurkan bantuan modal usaha dan sarana produksi pertanian pada 22 Agustus 2026.

Keempat penerima manfaat tersebut adalah Mirhandani, Sale, Ade Rukni Haerati, dan Subhan. Bantuan digunakan untuk mendukung kebutuhan budidaya, seperti pengadaan benih, pupuk, pestisida, dan pengolahan lahan.

Program ini berangkat dari hasil asesmen kebutuhan yang menunjukkan bahwa penyandang disabilitas usia produktif memiliki potensi mengembangkan usaha tani, tetapi masih terkendala modal dan sarana produksi.

Pengembangan usaha dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lahan, cuaca, kemampuan penerima manfaat, dan kebutuhan pasar. Sejumlah komoditas yang berpotensi dibudidayakan antara lain cabai, tomat, terong, kacang panjang, sawi, kangkung, bayam, dan mentimun.
holti 2.jpg
Salah satu penerima manfaat, Mirhandani, berharap bantuan tersebut menjadi langkah awal untuk mengembangkan usaha pertanian secara lebih terarah. Ia juga berharap mendapatkan pendampingan teknis dan pengelolaan keuangan.

“Semoga dengan adanya bantuan ini, kami bisa bertani dengan lebih baik dan terarah. Kami juga berharap ada pendampingan supaya bisa belajar mengelola pertanian, termasuk membuat pembukuan usaha. Dengan begitu, kami bisa mengetahui modal yang dikeluarkan, hasil yang didapat, dan keuntungan dari usaha tani kami,” ujar Mirhandani.

Staf Program DT Peduli Sulawesi Selatan, Fergiawan, berharap program ini dapat mendorong penyandang disabilitas untuk terus berkarya sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

“Alhamdulillah, semoga pemberdayaan pertanian hortikultura ini dapat memberikan semangat kepada penyandang disabilitas untuk terus berkreasi dan berinovasi. Kami juga berharap lahan yang masih kosong dapat dimanfaatkan secara bertahap sehingga membuka peluang kerja bagi masyarakat Arungkeke, khususnya penyandang disabilitas,” kata Fergiawan.

Keberlanjutan program ini membutuhkan pendampingan dalam teknik budidaya, pencatatan keuangan, pengelolaan usaha, dan pemasaran hasil panen. Melalui Impact Farming, DT Peduli Sulawesi Selatan berupaya membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Penulis: Tim Makassar

Penyunting: Astri Rahmayanti

Penilaian Pembaca

Belum ada penilaian
Seberapa bermanfaat tulisan ini?