Luncurkan Program Peduli Sahabat Mualaf, DT Peduli Siap Hadirkan Dukungan Berkelanjutan
DT Peduli meluncurkan program Peduli Sahabat Mualaf untuk pendampingan berkelanjutan, meliputi pembelajaran agama, pemberdayaan, dan dukungan sosial bagi mualaf.

DTPEDULI.ORG | BANDUNG – DT Peduli meluncurkan program Peduli Sahabat Mualaf dalam kajian Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit), Sabtu–Ahad (10–11/10/2026), yang dihadiri Ustaz Anugrah Ong atau Koh Ong. Program ini menghadirkan pendampingan berkelanjutan bagi mualaf, mulai dari pembelajaran agama hingga pemberdayaan.
Penanggung Jawab Peduli Sahabat Mualaf, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa pendampingan tidak berhenti setelah seseorang mengucapkan ikrar syahadat. Para mualaf membutuhkan dukungan agar semakin mengenal dan mencintai Islam, sebagaimana perhatian terhadap mualaf yang disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 60 sebagai salah satu golongan penerima zakat.
“Tidak hanya di ikrar, tetapi juga ada program berkelanjutan,” ujar Iwan.
Program ini mencakup Mualaf Care untuk layanan sosial, Mualaf Learning untuk pembelajaran agama dengan nilai-nilai Daarut Tauhiid, serta pemberdayaan dan advokasi. Pendampingan juga diarahkan untuk membantu mualaf menghadapi persoalan keluarga dan ekonomi.
Sebelum peluncuran, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Daarut Tauhiid telah membina 176 mualaf, termasuk memberikan beasiswa kepada 10 mualaf di Indonesia. Ke depan, program ini juga akan menghubungkan komunitas peduli mualaf dan mengembangkan layanan digital untuk mendukung pendampingan.

Menguatkan Mualaf dengan Kasih Sayang
Direktur Program DT Peduli, Fahrizal Amir, mengajak masyarakat lebih peduli terhadap saudara yang baru memeluk Islam, terutama mereka yang menghadapi tantangan setelah bersyahadat.
“Jangan lupa untuk saudara kita yang baru masuk, ternyata butuh pelukan kita, butuh kasih sayang kita,” ungkap Fahrizal.
Ia mengajak masyarakat melaporkan kepada DT Peduli apabila menemukan mualaf yang membutuhkan bantuan agar dapat dihubungkan dengan layanan pendampingan.
Koh Ong juga menekankan pentingnya dukungan nyata dari saudara seiman. Menurutnya, mualaf dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan keluarga dan ekonomi hingga kehilangan lingkungan pertemanan.

“Ketika bertemu dengan mualaf, tidak hanya mendoakan. Kita hadir memberikan kasih sayang sebagai saudara untuk menjalani kehidupan,” pesannya.
Dalam kegiatan tersebut, Aurel Aqueleira turut mengucapkan ikrar syahadat. Sebelumnya, ia telah belajar membaca Iqra. DT Peduli juga memberikan bantuan kepada ibu Aurel sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga mualaf.
Melalui Peduli Sahabat Mualaf, DT Peduli berupaya memperkuat keimanan, menghadirkan dukungan sosial, dan mendorong kemandirian mualaf agar dapat menjalani kehidupan sebagai Muslim dengan lebih baik.
Penulis: Yurid
Penyunting: Astri Rahmayanti



