DT Peduli Lampung Gelar Kajian Rutin, Ustaz Arifudin Ma’sum Ingatkan Jamaah agar Tidak Meremehkan Dosa
DT Peduli Lampung gelar kajian rutin, Ustaz Arifudin Ma’sum ingatkan jamaah agar tidak meremehkan dosa sekecil apa pun dan pentingnya taubat.

DTPEDULI.ORG | LAMPUNG — Daarut Tauhiid (DT) Peduli Lampung bersama warga di sekitar Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia (PDTI) Lampung menggelar kajian rutin bulanan pada Senin (14/9/2026). Dalam kajian tersebut, Ustaz Arifudin Ma’sum mengingatkan jamaah agar tidak meremehkan dosa sekecil apa pun dan senantiasa berusaha memperbaiki diri melalui taubat yang sungguh-sungguh.

Dalam tausiahnya, Ustaz Arifudin menekankan bahwa perbuatan yang terlihat sederhana dan dianggap biasa dapat menjadi kebiasaan buruk apabila terus dilakukan tanpa kesadaran untuk memperbaiki diri. Karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa berhati-hati dalam bersikap dan menyadari bahwa setiap perbuatan perlu dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Ia juga mengingatkan bahwa pintu taubat senantiasa terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali kepada Allah SWT, ketika menyadari kesalahan yang telah diperbuat.
“Jangan pernah meremehkan dosa kecil. Segeralah bertaubat kepada Allah dengan taubatan nasuha,” pesan Ustaz Arifudin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa taubatan nasuha tidak cukup hanya dengan mengucapkan istigfar. Taubat perlu disertai penyesalan yang sungguh-sungguh atas kesalahan yang dilakukan, meninggalkan perbuatan tersebut, serta bertekad untuk tidak mengulanginya.
Salah satu hal yang turut menjadi perhatian dalam kajian tersebut adalah dosa yang berkaitan dengan sesama manusia. Perbuatan seperti membicarakan keburukan orang lain, menyakiti hati, mengambil hak, atau melakukan tindakan yang merugikan orang lain tidak cukup disikapi hanya dengan memohon ampun kepada Allah SWT. Upaya memperbaiki kesalahan juga perlu dilakukan terhadap pihak yang dirugikan, termasuk meminta maaf dan mengembalikan hak yang telah diambil apabila diperlukan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lisan merupakan bagian penting dari menjaga diri. Membicarakan keburukan orang lain mungkin terasa ringan ketika dilakukan, tetapi dapat berdampak pada kehormatan dan hubungan antar sesama.
Melalui kajian rutin ini, DT Peduli Lampung juga berharap jamaah semakin terdorong untuk memperbaiki diri, menjaga lisan, dan meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Ari Setiyani
Penyunting : Cristi A. Sarif



