Dipublish pada:
DTPEDULI.ORG | PERTH - DT Peduli Australia menggelar kegiatan buka puasa bersama (Iftar) secara serentak di dua negara bagian, Sabtu (14/3/2025) dan Ahad (15/3/2025). Program ini berhasil menjangkau ribuan jamaah dan diaspora Indonesia yang tersebar di wilayah Victoria dan Australia Barat.
Aksi kolaborasi internasional ini melibatkan berbagai komunitas diaspora, kelompok pengajian, hingga pelaku usaha kuliner Indonesia di Australia. Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menghadirkan kehangatan kebersamaan di bulan suci bagi kaum Muslimin di Australia.

Sebanyak 350 penerima manfaat tercatat mengikuti iftar di Masjid Westall. Kegiatan iftar di masjid ini bisa terselenggara atas dukungan Pengajian Hidaya, Seuramoe Aceh Victoria, Diana’s Kitchen, dan Paguyuban Pasundan
Di Masjid Baitul Makmur Laverton sebanyak 300 penerima manfaat menikmati hidangan berbuka puasa. Mojang Group, Best Mums Group, Madania, Paguyuban Pasundan, dan YOI Indonesian Fusion mendukung iftar di masjid tersebut.
Tak kalah meriah, di Musholla Al Ihya DT Peduli menyajikan haidangan berbuka untuk 230 penerima manfaat, sedangkan di Masjid IEACA Cranbourne, sebanyak 200 penerima manfaat menikmati iftar bersama.

Perwakilan DT Peduli Australia menjelaskan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat koordinasi intensif dengan pihak dewan kemakmuran masjid dan para relawan komunitas. Tim relawan bahu-membahu mulai dari proses persiapan, pengemasan, hingga pembagian makanan tepat saat adzan Maghrib berkumandang.
Kevin Akbar Pramadiva, Staf Overseas menjelaskan, iftar secara serentak di dua negara bagian Australia baru pertama digelar Ramadhan ini. Sebelumnya, iftar serentak digelar di 7 negara berbeda, termasuk di Australia yang digelar di Masjid Al-Latief DT.

“(Saya) sangat senang sekali ketika melihat orang muslim berkumpul dalam satu tempat yang sama bercanda dan bersenda gurau tanpa memikirkan latar belakang etnis, suku, budaya, dan negara akan tetapi tetap di satu kata yang sama yaitu Islam,” ungkap Kevin.

“Harapannya ke depan, dt peduli selalu menjadi washilah menebarkan ke bermanfaatan dan tidak hanya di Indonesia akan tetapi di seluruh dunia karena harus mengamalkan kalau Islam itu adalah agama Rahmat untuk seluruh alam,” pungkas Kevin.
Baca juga: Kehangatan Buka Puasa untuk Senyum Gaza
Penulis: AID
Penyunting: Agus ID