Wakaf Profesi, Memberikan Manfaat yang Dihasilkan Dari Pekerjaan

Pengertian wakaf yang disampaikan oleh Munzir Qahf menyebutkan bahwa wakaf manfaat termasuk jenis wakaf. Di antara wakaf manfaat salah satunya adalah manfaat pekerjaan dari para pekerja, para teknisi, dan para profesional dengan keahliannya yang beragam.

Wakaf profesi sesungguhnya adalah wakaf pekerjaan, yaitu mewakafkan pekerjaan yang meliputi pekerjaan fisik yang mengandalkan tenaga dan menghasilkan layanan atau jasa yang sesuai dengan syariah, misalnya tukang bangunan, montir, atau mekanik kendaraan. Adapun pekerjaan non fisik yang mengandalkan akal dan menghasilkan layanan atau jasa yang sesuai syariah, misalnya dokter, guru, atau dosen, baik dilakukan secara mandiri atau melalui lembaga dan perusahaan untuk tujuan kebajikan.

Wakaf profesi atau pekerjaan dapat dilakukan baik untuk jangka waktu selamanya (wakaf selamanya) maupun untuk jangka waktu tertentu (wakaf sementara). Menurut Munzir Qahf bisa selamanya atau sementara sebagaimana disebutkan dalam pengertian wakaf di atas.

Untuk lebih jelasnya, wakaf profesi atau pekerjaan selamanya adalah mewakafkan pekerjaan fisik (yang mengandalkan tenaga) atau pekerjaan non fisik (yang mengandalkan akal) yang menghasilkan manfaat yang sesuai syariah untuk selamanya atau tidak dibatasi waktu. Wakaf ini bisa dilakukan baik secara mandiri atau melalui lembaga untuk tujuan kebaikan.

Adapun wakaf profesi atau pekerjaan untuk sementara adalah mewakafkan pekerjaan atau pekerjaan non fisik yang menghasilkan manfaat yang sesuai syariah untuk sementara waktu. Wakaf ini dilakukan secara mandiri atau melalui lembaga untuk tujuan kebaikan.

Jadi, tujuan wakaf profesi atau pekerjaan adalah memberikan manfaat yang dihasilkan dari pekerjaan manusia, bukan yang dihasilkan dari modal yang tetap seperti tanah dan rumah. Manfaat tanah misalnya untuk pertanian, dan manfaat rumah misalnya untuk tempat tinggal.

Penulis: DR. Fahruroji, Lc, MA

Gambar: Kumparan.com