Veteran Ini Pilih Wakaf jadi Amal Terbaiknya

Usia senja tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berlomba kebaikan. Tubuh yang tidak segar lagi bukan jadi penghalang baginya untuk datang ke Kantor Wakaf Daarut Tauhiid (DT) beberapa waktu lalu untuk berwakaf.

Dialah salah seorang veteran yang merasa sangat beruntung. Di usianya yang ke-76 tahun, Allah menakdirkannya pergi umrah, kemudian mendapatkan pencerahan mengenai amalan yang penuh manfaat dan pahalanya mengalir abadi. Amalan itu adalah wakaf.

Berwakaf Sampai Akhir Hayat

Tanpa berpikir panjang, setelah memahami begitu dahsyatnya wakaf, veteran ini segera berwakaf saat itu juga. Umrah yang baginya adalah anugerah dari Allah, semakin terasa nikmat dengan berwakaf.

Keinginan wakaf itu pun semakin kuat ketika melihat angka usianya. Nikmat usia dengan bonus angka begitu banyak membuatnya merenung, dosanya mungkin telah menggunung. Dengan berwakaf, Ia berharap dosanya bisa terminuskan.

Pulang umrah, keinginan berwakaf semakin menggebu. Berangkatlah ia sendirian dari rumah. Bersama sahabatnya, ia kemudian bersilaturahim ke Kantor Wakaf DT di Jalan Gegerkalong Girang No. 67 dan menunaikan wakaf terbaiknya di Kantor Pelayanan Wakaf.

“Wakaf itu kan ibadah, pahalanya mengalir terus walaupun bapak sudah meninggal. Karena bapak sudah tua begini banyak dosa. Mudah-mudahan dengan wakaf ini mengurangi dosa,” tuturnya diiringi senyum, usai menyerahkan wakafnya.

Sejak saat itu, ia bertekad untuk berwakaf rutin. Wakaf Masjid 3 in 1 menjadi pilihannya. Dengan gembira, setelah wakafnya ditunaikan, ia mengutarakan niatnya untuk berwakaf selama sisa umurnya kepada Alma, Staf Pelayanan Wakaf DT.

“Insya Allah mampu. Ya seumur hidup, karena ada kemampuan dan bernilai pahala dan bemanfaat bagi yang masih hidup. Untuk saya walaupun sudah meninggal, dapat pahalanya juga” ujarnya mantap, saat ditanya motivasinya berwakaf sampai akhir hayat.

Agar lebih berkah sekaligus bersilaturahim, veteran yang menjadi Wakil Ketua DPD Veteran Jabar ini akan terus datang ke Wakaf DT untuk menunaikan wakafnya. Usianya yang sudah sepuh bukan alasan untuk meminta wakafnya dijemput atau ditransfer melalui rekening Cinta Wakaf.

Ditambah lagi, sebagai pimpinan, dengan datang langsung ke DT, dia ingin mendapatkan beragam informasi DT, terutama wakaf, kemudian membagikannya kepada rekan-rekannya di DPD Veteran Jabar.

Wakaf, Pengorbanan Seorang Muslim

Perjuangan membela negara dan memberikan manfaat kepada sebanyak-banyak orang menjadi jalan hidup veteran satu ini. Perjuangan membela negara, menurutnya, bukan hanya di medan perang. Sikap yang didasari rela berkorban dengan penuh kesabaran dan keikhlasan itu haruslah dilakukan dalam keseharian. Berwakaf, menurutnya, adalah salah satu bentuk pengorbanan untuk negara dan agama karena memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Wakaf itu kan merupakan taat kepada Allah, perjuangan dan pengorbanan,” tegas veteran yang senang memakai batik lengkap dengan topi ini.

Ia menjelaskan, dengan Wakaf Masjid 3 in 1 yang dilakukannya, misalnya, banyak orang yang terbantu untuk salat berjamaah dan belajar keislaman. Dengan hadirnya tiga Masjid DT di tiga wilayah yang berbeda, maka makin banyak umat muslim yang diringankan langkahnya untuk ke masjid.

Ia pun mengajak anak dan istrinya untuk berwakaf. Ia menginginkan keluarga besarnya juga merasakan keberkahan dan pahala mengalir abadi walau jasad sudah tidak bernyawa, selain belajar rela berkorban yang menjadi salah satu hikmah berwakaf.

Dengan berwakaf, ia juga berharap bisa berkumpul kembali dengan keluarganya tercinta di surga kelak. Ia sangat menginginkan bisa tersenyum bersama dan menikmati rumah di surga, buah dari wakaf dirinya beserta keluarga. (Agus Iskandar)