Sebatang Kara, Bayi 1,5 Tahun ini Tak Punya Biaya Berobat

Malang benar nasib Sofyan. Di usianya yang belum genap dua tahun, Sofyan harus menderita hidrosefalus. Setahun ini kepala Sofyan terus membesar dan keadaannya pun semakin memprihatinkan.

Sofyan lahir di tengah keluarga yang serba sulit. Jangankan untuk mengobati Sofyan ke rumah sakit, untuk biaya kehidupan sehari-hari saja, Sofyan dan Rika Liyawati, ibunya Sofyan masih kesulitan.

Keadaan ini diperparah dengan kepergian ayah Sofyan yang entah kemana. Kini, Sofyan pun tambah sebatang kara. Kepergian ayah Sofyan menambah kesedihan Rika karena ia harus menanggung beban hidupnya sendirian. Mengurus Sofyan yang tak berdaya dan mencari nafkah sehari-hari harus ia lakukan agar kehidupannya berjalan meski Sofyan dirawat di rumah alakadarnya. Saat ini, Rika tinggal di rumah kontrakan yang sangat sederhana di daerah Medan Helvetia.

Selasa (5/2), Tim DT Peduli Sumut bersilaturahim ke rumah Sofyan dan membawa bantuan sembako dan perlengkapan bayi. Kondisi Sofyan dan ibunya membuat tim DT Peduli Sumut tak kuasa menahan air mata.

“Kami bawakan sembako, popok, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya. Tak sanggup rasanya menahan air mata saat melihat kondisi mereka yang sangat memprihatinkan,” ujar Muhammad Sutrisno, Kepala DT Peduli Sumut.

Sutrisno mengatakan, saat ini Rika belum berkenan membawa putra semata wayangnya itu ke rumah sakit karena khawatir tak mampu menanggung biaya rumah sakit.

“Jadi untuk sementara akan dibelikan obat khusus penderita hidrosefalus seharga 5 juta dan berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk penanganan yang terbaik,” tambah Sutrisno.

Sutrisno pun mengajak seluruh masyarakat untuk membantu meringankan beban Rika dan Sofyan. Sutrisno berharap, Sofyan bisa sembuh dan Rika dapat menjalani kehidupannya. (Rie)