PANDUAN PELAKSANAAN IBADAH QURBAN

Ibadah qurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan (sunnah muakkadah), terutama mereka yang memiliki kelapangan harta sebagai menifestasi dari ketauhidan dan ketaatan seorang hamba kepada Rabbnya, serta sebagai perwujudan kepedulian sosial kepada sesama.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ: "مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا"

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (harta) kemudian dia tidak melakukan penyembelihan (ibadah qurban) maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.” (HR. Ahmad & Ibnu Majah).

Oleh karena itu, selama Rasulullah saw tinggal di Madinah, beliau senantiasa melaksanakan ibadah ini dan memerintahkan umatnya untuk bisa melaksanakan ibadah tersebut. Supaya ibadah qurban terlaksana dengan baik dan sesuai sunnah, maka perlu diberikan panduan sebagai berikut:

 

Tidak Mencukur Rambut dan Memotong Kuku

Bagi orang yang berniat melaksanakan ibadah qurban disunnahkan tidak mencukur rambut dan memotong kukunya, dimulai tanggal 1 Dzulhijjah hingga pelaksanaan ibadah qurban. Namun bagi yang berniat qurbannya setelah tanggal 1 dzulhijah, maka ia dianjurkan untuk tidak melakukan hal tersebut dari awal berniat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw :

« إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا »

“Apabila telah masuk sepuluh hari (awal bulan Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian ingin berqurban, maka janganlah dia menyentuh (dengan menggunting atau mencabut) sesuatupun dari rambut dan kulitnya. (HR Muslim dari ummu Salamah)

« إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ ».

“Apabila kalian melihat hilal Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kalian bermaksud untuk berkurban, maka hendaklah ia menahan (tidak mencukur atau memotong) rambut dan kukunya. (HR Muslim dari Ummu Salamah)

 

Dewan Pengawas Syariah DT Peduli

Ali Nurdin Anwar Lc, M.E.I

 

 

Foto: www.iths.org