Sempurnakan Ramadhan, Bahagiakan Hati dengan Sedekah Mushaf Al-Qur’an
Pernahkah Sahabat mengantre hanya untuk belajar Al-Qur’an? Atau, membaca Al-Qur’an yang sudah lapuk dan halaman dengan jilidnya terlepas? Atau, mushaf rusak atau hilang karena diterjang bencana?
RPN25-207.jpg713.39 KBDi pelosok-pelosok negeri, hal itu sudah biasa dialami. Lembarannya mungkin lapuk, tapi semangat mereka mengenal Allah tak pernah padam. Setiap huruf mereka lafalkan, meski kondisi terkadang tidak sesuai dengan harapan. RPN25-130.jpg951.46 KBKeterbatasan sarana di pelosok nusantara menjadi tembok besar bagi mereka untuk mengenal kalam-Nya. Bulan Ramadhan, Al-Qur’an diturunkan. Artinya, inilah saatnya kita meruntuhkan tembok itu. RPN25-245.jpg703.23 KBMelalui Sedekah Mushaf Al-Qur’an, Sahabat Peduli tidak sekadar memberi kertas dan tinta, tapi menyalakan lentera iman. Ini adalah investasi abadi, karena setiap huruf yang mereka eja, hafal, dan amalkan, pahalanya akan mengalir deras tanpa terputus.
“Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia adalah: ilmu yang disebarluaskan, anak saleh yang ditinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang diwariskan (disedekahkan), masjid yang dibangun, rumah singgah bagi musafir, sungai yang dialirkan, dan sedekah harta yang dikeluarkan saat sehat.” (HR. Ibnu Majah & Al-Baihaqi)
RPN25-263.jpg577.75 KBRenungkan, di saat kita begitu mudah mengakses Al-Qur'an melalui ponsel atau memiliki beberapa mushaf indah yang berjajar rapi di rak rumah, ada saudara-saudara kita yang harus berjuang hanya untuk melihat satu ayat yang utuh. Bisa jadi, melalui tangan kitalah Allah titipkan jawaban atas doa-doa mereka yang ingin membaca kalam-Nya dengan layak.
Ramadhan ini adalah kesempatan bagi kita untuk tidak hanya mengejar khatam pribadi, tetapi juga memastikan ayat-ayat Allah terus bergema di tempat-tempat yang paling membutuhkan.
RPN25-133.jpg894.12 KBJangan biarkan semangat mereka redup karena ketiadaan mushaf. Mari gerak bersama untuk menghadirkan cahaya Al-Qur'an hingga ke ujung Nusantara. Hanya dengan menyisihkan sebagian rezeki, Sahabat telah menanam benih amal jariyah yang akan terus memanen pahala meski Sahabat telah tiada.