Indahnya Memberi dan Menerima Nasihat

Aa Deda

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. al-‘Ashr [103]: 1-3)

 

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary ra, bahwa Nabi saw bersabda, “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?” Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin). (HR. Muslim)

 

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,“Kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang bertanya,“Apa itu ya Rasulullah? Maka beliau menjawab, “Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, apabila dia meminta nasihat kepadamu maka berilah nasihat kepadanya, apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia (dengan bacaan yarhamukallah), apabila dia sakit maka jenguklah dia, dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim)

 

Dari  Jarir bin Abdillah radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Aku berbai’at kepada Rasulullah saw untuk senantiasa mendirikan salat, menunaikan zakat, dan nasihat (menghendaki kebaikan) bagi setiap muslim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Nasihat adalah kalimat ungkapan yang bermakna memberikan kebaikan kepada yang dinasihati. Kata “nasihat” berasal dari bahasa Arab, dari kata kerja “nashaha” yang berarti “khalasha”, yaitu murni serta bersih dari segala kotoran, juga bisa berarti “khaatha”, yaitu menjahit.

 

Imam Nawawi ra berkata, “Menasihati sesama muslim (selain ulil amri) berarti adalah menunjuki berbagai maslahat untuk mereka yaitu dalam urusan dunia dan akhirat mereka, tidak menyakiti mereka, mengajarkan perkara yang mereka tidak tahu, menolong mereka dengan perkataan dan perbuatan, menutupi aib mereka, menghilangkan mereka dari bahaya dan memberikan mereka manfaat serta melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.” (Syarh Shahih Muslim, 2: 35)

 

"Nasihat itu mudah, yang sukar adalah menerimanya. Bagi mereka yang mengikuti hawa nafsunya, maka nasihat akan terasa pahit." (Imam Ghazali)

 

“Seorang mukmin itu biasa menutupi aib saudaranya dan menasihatinya. Sedangkan orang fajir (pelaku dosa) biasa membuka aib dan menjelek-jelekkan saudaranya.” (Al-Fudhail bin ‘Iyadh)

 

Manfaat Nasihat Menasihati:

  1. Nasihat dari orang lain boleh jadi hasil dari doa yang dipanjatkan kepada Allah.
  2. Nasihat buah dari peduli, penghargaan, cinta, dan sayang.
  3. Terjalinnya ikatan silaturahim semakin kokoh.
  4. Mengingatkan diri sendiri (jika kita yang memberi nasihat).
  5. Nasihat ibarat pagar rambu-rambu agar tidak celaka.
  6. Nasihat ibarat peta jalan agar selamat.
  7. Dalam nasihat ada: kesabaran, ketulusan, keyakinan, kesungguhan, dan kerendahan hati.
  8. Nasihat adalah vitamin jiwa.
  9. Mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT.

 

Tips Nasehat Menasehati

  1. Pastikan niat lurus tulus semata karena berharap keridaan Allah.
  2. Siapkan bahan nasihat apa yang akan diberikan (memberi nasihat harus dengan ilmu).
  3. Siapkan hati menerima nasihat (dengan izin Allah) dan bersabarlah.
  4. Pilih waktu yang paling tepat untuk memberi nasihat atau minta nasihat.
  5. Dasari nasihat dengan kasih sayang dan lemah lembut bukan karena kesal, menghakimi, kebencian, prasangka buruk dan kasar.
  6. Hargai siapa pun yang memberi dan diberi nasihat (tumbuhkan rasa percaya dirinya).
  7. Susun kata yang terbaik, sederhana, dan mudah dimengerti.
  8. Jangan bosan memberi nasihat.
  9. Kembalikan semua urusan kepada Allah yang Maha Berkehendak. Ingat, hanya Allah yang membolak balik hati, bukan kita.
  10. Jangan lupa ucapkan terima kasih dan mendoakan kepada yang memberi nasihat.

 

Sumber: www.bacaanmadani.com, www.hidayatullah.com, www.republika.co.id