Membangun Jembatan Asa di Pelosok Negeri
Terhimpun

Rp. 4,796,379
333

Membangun Jembatan Asa di Pelosok Negeri

“Ibu sok deg-degan, sok palaur upami meuntas ka dieu teh palaur tigebros da anu kapungkur mah awi, sareng awina tos barobo, tos rareksak (Ibu suka deg-degan, suka khawatir kalau nyeberang di sini takut terperosok, soalnya dulu hanya bambu dan sudah lapuk, sudah rusak),” ujar Siti Rokayah (42).

Siti merupakan salah seorang warga Desa Kertamukti yang begitu bergembira saat jembatan Cimeta diperbaiki. Bagi Siti, jembatan yang menghubungkan Desa Kertamukti dan Desa Cipatat ini tak sekadar sarana penghubung antar warga desa. 

Setiap hari, Siti memanfaatkan jembatan tersebut untuk berbagai aktivitas, misalnya untuk ke sekolah, pasar, dan rumah kerabatnya. Perasaan was-was dan takut selalu muncul ketika Siti berupaya menyeberang jembatan yang sudah dibangun puluhan tahun itu. Kengerian pun semakin bertambah tatkala Siti menyeberang, kemudian kayu dan bambu yang termakan usia itu ikut berjatuhan.

Hal senada diungkapkan Dede Kusnandar (55). Warga asli Desa Kertamukti ini menuturkan, jembatan Cimeta terakhir direnovasi sekira 15 tahun lalu. Sebelum direnovasi, jembatan ini dalam kondisi mengkhawatirkan dan membahayakan.

“Kantun sling sareng bambuna ge tos harancur. Janten nyeberang teh mapay sling we pami halodo mah. Pami usum hujan mah teu tariasaeun, uih deui we ka luhur naik ojeg. (Tinggal sling dan bambuya sudah hancur. Jadi nyeberangnya menyusuri sling kalau musim kemarau. Kalau musim hujan (warga) tidak bisa menyeberang, jadi kembali lagi ke atas naik ojeg), terang Dede.

Kehadiran jembatan yang layak merupakan impian seluruh masyarakat Indonesia, terutama di wilayah-wilayah pelosok yang jauh dari pusat kota. Selain menjadi sarana silaturahim, jembatan di desa-desa merupakan sarana utama keberlangsungan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan penghubung asa. 

Sayangnya, tak semua jembatan di negeri ini layak digunakan. Di negeri ini, masih banyak jembatan di pelosok yang tak layak digunakan bahkan membahayakan para penggunanya. Untuk itu, Daarut Tauhiid (DT) Peduli bekerja sama dengan Bakrie Amanah dan Vertical Rescue Indonesia (VRI) berupaya membangun jembatan hingga ke pelosok negeri melalui program Ekspedisi Jembatan Peduli Negeri.

Donasi Sahabat Peduli: