Lumpuh Selama 8 Tahun, Irman Butuh Bantuan Sembuhkan Lukanya

Lumpuh Selama 8 Tahun, Irman Butuh Bantuan Sembuhkan Lukanya

Irman Muhammad Zainuri, warga Dusun Trimulyo, RT/RW: 003/002 Kelelurahan Marta Jaya/Batumarta unit 2, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu ini hidup tak berdaya.

Sudah 8 tahun lebih, Irman hanya bisa terbaring di atas tempat tidur yang lusuh. Sejak tahun 2012, Irman lumpuh total akibat jatuh dari pohon karet. Menurut dokter, Irman mengalami cedera sum-sum tulang belakang dan tulang ekor, serta syaraf yang rusak akibat tidak langsung dioperasi.

Penderitaan Irman tak sampai di situ. Karena Irman hanya bisa berbaring, ia pun  menderita luka yang harus dirawat setiap hari. Luka di area belakang dan paha itu semakin hari semakin parah hingga tulangnya terlihat.

Keadaan Irman yang semakin mengkhawatirkan membuat istrinya semakin bingung. Selain harus mencari kebutuhan hidup, ia juga harus memenuhi kebutuhan pengobatan suaminya yang tak sedikit.

Istri Irman menceritakan, kebutuhan rutin untuk mengobati lukanya saja hampir 1,5 juta per bulannya. Biaya sebesar itu hanya cukup membeli popok sekali pakai, kantong urine, kasa, NaCl, plaster, sarung tangan, tisu basah, tisu kering, dan under pads-nya saja.

Karena lukanya, Irman diharuskan menggunakan Kasur khusus, namun karena tidak ada biaya, Irman terpaksa menggunakan kasur biasa yang sudah tidak  layak.

Selama sakit, Irman bisa lagi menafkahi keluarganya, sedangkan Irman harus memberikan nafkah untuk istri dan anak perempuannya. Selama itu, istrinya Irman berusaha mencari nafkah dan biaya pengobatan suaminya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, istrinya membuka warung kecil-kecilan dan keuntungannya hanya cukup untuk makan. Kadang, ketika modal jualannya habis, ia terpaksa berhutang ke toko. Warung yang diandalkan istrinya pun sepi pembeli karena hanya mengadalkan para pembeli yang melintas, sedangkan para tetangga hampir tidak ada yang mau membeli karena mengetahui kondisi suaminya.

Selain berjualan, istrinya Irman juga bekerja sebagai buruh lepas di pabrik dan itupun tidak menjadi pekerjaan utama kerena hanya menunggu panggilan jika dibutuhkan.

Kini, istrinya Irman hanya mampu berharap beban yang dialaminya sedikit berkurang melalui uluran tangan para donatur.

Donasi Sahabat Peduli: