Curhat Musimah: Suami Ketahuan Selingkuh

 

Teh bagaimana cara saya menghadapi sikap suami yang mulai berubah ketika ketahuan selingkuh dengan wanita lain selama dua tahun, padahal usia pernikahan  kami sudah menginjak 31 tahun? Terima kasih

Jawab:

Kehidupan berumah tangga tidaklah selalu berjalan mulus, pasti akan dihadapkan dengan berbagai aral rintangan yang tak lain adalah untuk menguji dan membuat pelakunya bertambah  kuat dan dewasa. Bila ujian datang ternyata dari pasangan, tentu ada hikmah bagi kedua belah pihak di balik kejadian tersebut.

Masalah kesetiaan memang sangat sensitif, bila tercederai agak sulit untuk mengembalikannya.   Namun bila niat karena Allah dan meminta pertolongan-Nya, insyaAllah akan dimudahkan.

Sikap untuk menghadapi masalah ini adalah:

Mulailah dengan sikap ibu untuk memaafkan dan melupakan kesalahan yang dilakukan suami, coba untuk membuka lembaran baru. Memang bukan pekerjaan yang mudah, seperti membalikkan tangan, namun tetap harus dilakukan untuk kebaikan bersama.

Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Asy-Syura: 40)

  1. Berani untuk evaluasi diri, barangkali ada sikap, perkataan dan tindakan ibu yang membuat suami berubah.
  2. Buka komunikasi yang nyaman dan aman, nyaman bagi suami dan aman dari terungkit kembali kesalahannya. Boleh jadi perubahan sikap suami karena ada sikap atau perkataan ibu  secara sadar atau tidak sadar yang mengungkit kesalahannya atau menjadikan terpojok.
  3. Banyak mengingat dan tulislah kebaikan-kebaikan suami, walaupun dalam kondisi hati yang kesal atau tersakiti.
  4. Sekuat tenaga untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang istri karena Allah semata.
  5. Sikapi dengan sabar dan hanya Allah semata yang menjadi tujuan saat berkhidmat kepada suami. Pelajari keutamaan bersabar dan mengamalkannya.
  6. Berdoa kepada Allah untuk kebaikan bersama. 

Tidak ada yang sempurna, tidak ada manusia yang  luput dari berbuat kesalahan.  Suami dan istri dipasangkan Allah tak lain untuk saling menutupi kekurangannya.  Untuk itu saling memaklumi dan bersabar menjadi modal utama dalam berumah tangga. Wallohu ‘alam.