Berpahala Saat Berwisata? Ini Tipsnya

Sejak zaman dahulu Kota Batu dikenal sebagai kota wisata  yang menawan. Daerahnya yang dikelilingi pegunungan membuat mata tak jemu memandang. Bahkan, Bangsa Belanda amat kagum dengan keindahan dan keelokan  salah satu kota di Provinsi Jawa Timur ini. Kota Batu disejajarkan dengan sebuah negara di Eropa yaitu Swiss. Mereka pun menjuluki kota ini sebagai De Kleine Zwitserland atau Swis Kecil di Pulau Jawa. Saat ini pun berbagai destinasi wisata telah dihadirkan di Kota Batu dan mampu menyerap wisatawan lokal maupun asing.

Berwisata memang salah satu hal yang mengasikkan. Bahkan, saat ini berwisata seakan-akan menjadi gaya hidup yang tak nikmat jika ditinggalkan. Padahal berwisata dalam Islam hukumnya mubah. Boleh dilakukan asal tidak melenakan dan menjauhkan diri dari ketaatan pada Allah. Amat rugi jika moment bahagia saat berwisata malah mendulang dosa.

Bumi pertiwi kita dikaruniai Allah nikmat tak terhingga berupa berbagai destinasi wisata yang menggiurkan. Mulai dari yang alami hingga buatan. Yang religi hingga yang sifatnya senang-senang. Yang bikin kenyang hingga membuat mata tak jemu memandang.

Namun, sebagai wisatawan muslim kita perlu hati-hati dalam memilih tempat wisata. Kenapa? Karena berbagai destinasi wisata yang ada di negeri ini masih banyak yang menyuguhkan hal-hal negatif. Misalnya yang berbau maksiat (tempat pelacuran, bar, miras, narkoba, dll) ataupun berbau syirik (festival seribu banteng, tradisi berkurban ternak lalu dibuang ke laut, ngarak ogo-ogo, dll).

Agar berwisata yang sejatinya mubah tidak menyebabkan kita mendulang dosa, Anda bisa melakukan berbagai hal berikut ini:

1. Luruskan niat

Niatkan bahwa wisata yang Anda lakukan untuk semakin mengagumi ke-Esaan Allah. Anda bisa mencari destinasi wisata alami. Disanalah Anda bisa  melihat betapa kita ini makhluk kecil sementara alam ini amat luas.

Anda pun bisa mencarikan wisata edukatif dengan niat agar keluarga Anda memahami hal-hal baru. Wisata bertani, beternak, pengolahan makanan bisa menjadi alternatif.

2. Tutuplah aurat

Menutup aurot tak cukup hanya dilakukan saat sedang salat. Saat berwisata pun tak membatalkan hukum ini. Anda dan keluarga tetap memiliki kewajiban menutup aurot dengan sempurna. Jika ingin berenang misalnya, pilihlah tempat yang terpisah, sehingga aurat Anda aman dari pandangan orang yang tidak berhak melihatnya.

3. Perhatikan waktu salat

Banyak orang yang berwisata hanya bermodal senang-senang belaka. Ketika terlena, adzan berkumandang tak digubris. Padahal kewajiban salat tidak gugur ketika kita sedang berwisata.

Tetap prioritaskan salat dan segera mencari musholla terdekat. Biasanya tiap tempat wisata menyediakan temat salat meski tak seluas wahana wisatanya.

4. Perkenalkan anak pada kejayaan Islam masa lalu

Berwisata ke museum sebenarnya bukanlah hal yang membosankan. Apalagi jika Anda faham sejarah, niscaya berkunjung ke museum menjadi hal yang mengasyikkan. Keluarga Anda pun akan lebih mengenal kegemilangan Islam masa lalu. Dengan berkunjung ke museum pun anak-anak diajak untuk mengerti sejarah yang harus mereka syukuri dan perjuangan mereka patut dilanjutkan.

5. Jauhi berwisata ke tempat maksiat

Bagi seorang muslim berwisata ke tempat maksiat haram hukumnya. Allah telah memerintahkan kita menjauhi tempat maksiat apapun bentuknya. Tidak selayaknya seorang muslim masuk ke tempat pelacuran atau melihat festival 1000 banteng misalnya.

Ia akan mencari tempat wisata yang membuat imannya semakin kokoh dan bermanfaat untuk generasi kedepannya. Dengan begitu, pahala akan ia raih dan keakraban bersama keluarga pun mampu tergenggam. Insya Allah. 

Choirin Fitri 

https://www.voa-islam.com

Foto: https://byrslf.co