Belum Ada Masjid, Santri BQ DT Peduli Jambi Jalan Jauh untuk Salat Jumat

JAMBI – Berada di tengah kebun sawit, aset wakaf Baitul Qur’an (BQ) DT Peduli Jambi jauh dari pemukiman warga. Kondisi ini membuat para santri dan ustaz berjuang lebih untuk belajar dan mengajarkan Al-Qur’an di Bukit Baling, Sakernan, Muaro Jambi.

Staf program DT Peduli Jambi, Dwi Putro, mengatakan lokasi yang jauh dari masjid, membuat para santri dan ustaz terpaksa melaksanakan salat di asrama. Namun, khusus salat Jumat, mereka harus berjalan jauh untuk sampai di masjid terdekat. Hal ini disampaikannya pada Kamis (9/9).

“Kalau salat lima waktu masih bisa di asrama. Kalau untuk salat Jumat belum memenuhi syarat dari jumlah makmumnya. Santri harus jalan kaki dulu 30 menitan lebih, menyusuri kebun sawit untuk ke masjid. Karena di asrama belum ada masjid dan masjid terdekat di pinggir jalan raya yang lumayan jauh,” ujarnya.

Perjuangan para santri menghafal Al-Qur’an di Kawasan Wakaf Terpadu DT Jambi ini juga sangat terasa saat hujan turun. Putro menuturkan, jalanan sangat licin untuk dilewati.

“Terkadang kalau pas ada mobil atau motor baru bisa lebih mudah kalau mau belanja ke luar buat beli kebutuhan sehari-hari. Ustaznya juga kudu fight banget. Asrama di tengah-tengah kebun sawit, apalagi pas lagi hujan, butuh perjuangan, beberapa titik jalannya pun licin banget,” jelas Putro. (Alma)