Baitul Qur'an DT Peduli Kalsel Lahirkan Generasi Pecinta Al-Qur'an


Baitul Qur'an Daarut Tauhiid (DT) Peduli Kalimantan Selatan (Kalsel) baru berdiri setahun yang lalu. Santri yang belajar di sini merupakan anak-anak dhuafa yang datang dari berbagai wilayah di Banjarmasin. 

Jumlah mereka saat ini ada empat orang dengan kisaran usia dari 10 tahun sampai 13 tahun. Dengan latar belakangan yang berbeda-beda, mereka tetap bersemangat menjalani segala peraturan dan jadwal yang diberikan. 

Menurut Kepala DT Peduli Kalsel, Indreswati, Baitul Qur'an ini didirikan untuk mencetak para penghafal (hafiz) Al-Qur’an yang memiliki ahlak dan karakter yang baik dan kuat. Karenanya, pelajaran yang dipelajari pun tidak banyak karena santri difokuskan menghafal. 

“Pelajaran agama, bahasa Arab, fiqih, hadis, akidah, dan juga matematika diberikan sebagai persiapan ujian formal. Dan pelajaran kemandirian serta pembentukan karakter yang juga menjadi pembelajaran,” kata Indreswati.

Sementara itu, pengasuh sekaligus pengajar di Baitul Qur’an, Ahmad Syafi’i menjelaskan jadwal yang wajib diikuti para santri.

“Usai shubuh menghafal, pagi setoran hafalan, kemudian belajar ilmu agama dan pendidikan formal. Bakda zuhur istirahat, ashar tahsin, sedangkan bakda magrib dan isya menghafal lagi,” tuturnya pada Jumat (3/7).

Perkembangan hafalan Al-Qur’an para santri saat ini terpantau baik. Jika sebelumnya belum memiliki hafalan, kini mereka telah hafal beberapa juz atau bertambah hafalannya. Salah satunya adalah Muhammad Rizky Ramadhan. 

Santri asal Banjarmasin ini membuat  ibunya menangis bahagia karena kini Rizky begitu lancar mengaji,  menghafal, dan mendapatkan nilai-nilai bagus. Sebelumnya, Rizky tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Selain itu, sikapnya pun sangat berubah menjadi lebih rajin dan sangat mandiri dalam mengerjakan keperluan sendiri. (IND/Astri)