Zakat itu Kewajiban

Berbeda dengan infak dan sedekah, zakat adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan setiap muslim ketika telah memenuhi syarat-syarat tertentu, baik zakat fitrah maupun zakat maal. Kewajiban ini mengingatkan kita bahwa harta yang kita miliki, tidak sepenuhnya milik kita.

Bahkan, sebenarnya, harta yang mutlak milik kita adalah harta yang disedekahkan di jalan Allah, bukan sesuatu yang kita makan dan kita kenakan. Karenanya, tak ada gunanya menumpuk harta jika harta tersebut hanya digunakan untuk memenuhi kesenangan pribadi tanpa sadar harta tersebut datang dari Allah, dan ada kewajiban yang harus segera ditunaikan dengan harta tersebut.

Zakat adalah sebuah kewajiban dan termasuk dalam rukun islam, sama halnya dengan salat lima waktu dan saum di bulan Ramadan. Karenanya, melalaikan kewajiban dengan tidak menunaikan zakat adalah perbuatan dosa besar dan Allah SWT menyiapkan hukuman bagi yang melalaikan kewajiban tersebut.

Rasulullah saw bersabda: “Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu bersyahadat mengesakan Allah, mendirikan salat, membayar zakat, berpuasa Ramadan, dan menunaikan ibadah haji.” (HR. Muslim).

Kebaikan Zakat

Sayyid Sabiq, dalam bukunya yang berjudul Fiqih Sunnah menjelaskan, zakat adalah harta yang dikeluarkan seseorang untuk diberikan kepada orang-orang fakir sebagai kewajibannya terhadap Allah SWT atas hartanya. Mengapa dinamakan zakat, karena di dalamnya terdapat keberkahan, sebagai bentuk penyucian diri untuk menumbuhkembangkan kebaikan.

Allah SWT berfirman: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan harta mereka.” (QS. at-Taubah [9]: 103)

Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam. bahkan disebutkan sebanyak 82 ayat dalam al-Quran dan penyebutannya disandingkan dengan salat. Zakat hukumnya wajib, jika dilaksanakan mendapatkan pahala dan ditinggalkan mendapat dosa.

Istimewanya, zakat tidak hanya membersihkan harta muzakki (pemberi zakat) tetapi juga mampu menjadikan mustahik (penerima zakat) mandiri dan berdaya. Mengapa? Jika dikelola secara baik dan benar, zakat dapat menjadi instrumen mewujudkan kesejahteraan umat.

Begitu banyak kebaikan yang dihasilkan dari zakat. Seorang anak bisa kembali bersekolah karena zakat. Keluarga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan, bisa memiliki usaha karena zakat. Seorang ibu yang sebelumnya tidak bisa membantu suaminya bekerja, kini bisa berwirausaha di rumah tanpa meninggalkan kewajibannya karena zakat. Bahkan, seorang mustahik bisa saja menjadi muzakki karena zakat.

Nah Sahabat, tunggu apa lagi? Jika harta yang dimiliki sudah memenuhi syarat zakat, maka segerakanlah! Ada hak orang lain di dalamnya! (Astri)