Ramadan Jalan Menjadi Lebih Dermawan

Dermawan ialah sifat mulia yang mampu menjadikan kita memiliki nilai sosial yang tinggi, baik di kehidupan beragama maupun kehidupan bermasyarakat. Sejatinya, sifat yang dicontohkan oleh Rasulullah saw ini harus dipupuk sejak dini. Banyak cara yang dapat dilakukan. Mulai dari belajar berbagi, memahami hakikat kehidupan bersama, melatih daya peduli terhadap orang lain, dan sebagainya.

Islam mengajarkan itu secara gamblang. Banyak firman-Nya yang menerangkan tentang sifat ini. Rasulullah saw juga dalam kesehariannya sangat dermawan. Bahkan, saat bulan Ramadan, beliau jauh lebih dermawan.

“Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan al-Quran. Dan, kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari)

Bentuk ibadah yang sudah sering didengar dan dipahami untuk menumbuhkan sifat dermawan ialah sedekah. Apalagi di bulan suci Ramadan. Bahkan, di antara ibadah Rasulullah yang sangat tinggi kualitasnya selama Ramadan ialah sedekah. Maka, sebagai umat Rasulullah, sudah semestinya kita meneladani sifat dermawan, khususnya di bulan Ramadan.

Selain Rasulullah, sosok yang patut kita teladani agar memiliki sifat dermawan ialah para sahabat, seperti Abdullah bin Umar ra. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam tafsirnya (1422:II/176) menyebutkan, Abdullah bin Umar tidak akan berbuka puasa, melainkan bersama anak-anak yatim dan orang miskin (dhuafa). Artinya, setiap ia berpuasa, ia pun menyiapkan makanan berbuka. Tidak hanya untuk dirinya, melainkan juga untuk anak yatim dan dhuafa.

Jika disambungkan ke zaman sekarang, banyak orang khususnya DKM masjid sering membuka donasi untuk bagi-bagi makanan ketika berbuka puasa di bulan Ramadan. Budaya berbagi buka puasa tersebut, walau terkesan formal karena ada kepanitiaan, namun hal ini dapat menumbuhkan sifat kedermawanan, mengetuk pintu langit agar Allah SWT karuniakan keberkahan.

Jangan ragu untuk bersedekah, karena hadiahnya insya Allah ialah surga-Nya, dan dijauhkan dari api neraka. Rasulullah saw bersabda, “Jauhilah api neraka, walau hanya sedekah dengan sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah.” (HR. Bukhari Muslim)

Kendaraan untuk Raih Keberkahan

Sifat dermawan memiliki jutaan manfaat, bahkan tak sedikit mereka yang memiliki sifat ini, mendapatkan kesuksesan dan ketenangan batin yang tak bisa dibeli oleh harta. Jika dianalogikan sebagai kendaraan, sifat dermawan itu ibarat ban pada kendaraan bermotor. Mengapa demikian? Karena ban selalu menyentuh apa pun yang diinginkan pengendara di jalanan. Ban juga dapat kempes dan bocor. Namun, ban pula yang mampu terus melibas setiap kilometer hingga mencapai garis finish.

Artinya, jika seseorang itu memiliki sifat dermawan dengan rajin berbagi pada yang membutuhkan, tapi ia malah berubah jadi sombong. Maka, itu diibaratkan bannya bocor atau rusak. Jadi, niatnya harus kembali diperbaiki, menolong mereka yang membutuhkan itu seharusnya menjadi jalan untuk lebih takwa kepada Sang Pencipta. Bukan sebaliknya, menjadi manusia yang haus riuh tepuk tangan dan sanjungan manusia. Jika seseorang itu berusaha untuk menjadi dermawan, apalagi di bulan suci Ramadan, maka ia akan meraih keberkahan yang berlimpah dari Allah SWT.

Jikalau kembali diibaratkan ke ban, kedermawanan itu menjadi kendaraan hingga ke garis finish, atau ke tujuan yakni meraih keberkahan dan kelak meraih surga-Nya Allah.

Lebih Dermawan di Bulan Ramadan

Selama Ramadan, semua amalan seorang mukmin dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Ibadah fardhu dinilai setara dengan 70 kali lipat ibadah fardhu yang dilakukan di luar Ramadan. Lalu, ibadah sunnah setara dengan ibadah wajib yang dilakukan di luar Ramadan.

Maka, jika seseorang lebih dermawan di bulan Ramadan, tentu pahalanya akan semakin berlipat-lipat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Sedekah terbaik ialah sedekah yang ditunaikan di Bulan Ramadan.” (HR. Tirmidzi)

Menjadi lebih dermawan di bulan Ramadan, harus menjadi aktivitas yang diyakini mampu memberikan multiplier effect dalam kehidupan. Ramadan, tak hanya harus kuat menahan nafsu terhadap makanan dan minuman. Namun juga harus mampu menaklukan rasa pelit, serakah, dan sombong, dengan menjadi pribadi yang lebih dermawan.

Percayalah, jika kita ikhlas memberi, kita akan disayang oleh yang Maha Penyayang,“Allah menyayangi umat-Nya yang penyayang,” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi, mari kita menjadi hamba Allah yang lebih dermawan di bulan Ramadan. (Elgana Mubarokah)