Menelaah Pajak dan Zakat

Herman, S.Sos.I.

Kita tinggal di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Ada pun aturan yang diterapkan di negara ini sekalipun mayoritas beragama Islam, tidak menganut hukum Islam. Implikasinya kita sebagai warga negara memiliki dua kewajiban. Satu, kewajiban sebagai warga negara. Kedua, kewajiban sebagai seorang muslim.

 

Berkaitan kewajiban sebagai seorang warga negara adalah membayar pajak yang peruntukannya diatur negara. Kalau pajak ini tidak dibayar, hal-hal berkaitan pembangunan, sarana dan prasarana, gaji PNS, dan sebagainya, tidak mungkin bisa terpenuhi. Jadi, kita sebagai warga negara yang baik harus mengikuti ketentuan yang diatur oleh negara. Artinya, kita mengeluarkan atau membayar pajak.

 

Lalu, kita sebagai seorang muslim juga memiliki kewajiban menunaikan zakat. Khususnya bagi mereka yang sudah memenuhi syarat wajib zakat. Di antaranya adalah harta yang dimiliki sudah mencapai nishab (batas minimal kekayaan wajib zakat), hartanya berkembang, milik penuh, dan lain-lain.

 

Ketika kita merasa harta yang dimiliki sudah memenuhi syarat, maka zakat menjadi wajib dikeluarkan. Ini karena manfaatnya bukan sekadar untuk pribadi, tetapi zakat pun punya manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Selain habluminallah (hubungan dengan Allah), zakat merupakan ibadah habluminannas (hubungan dengan manusia).

 

Jadi, keterkaitan pajak dan zakat, kita sebagai muslim dan juga sebagai warga negara Indonesia jangan melupakan salah satu kewajiban tersebut. Artinya, pajak sebagai warga negara tetap ditunaikan. Pun zakat sebagai seorang muslim juga wajib dikeluarkan.

 

Apalagi menurut penelitian, potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 217 triliun per tahun. Sangat luar biasa kalau semua wajib zakat mengeluarkannya. Kemudian dikelola oleh lembaga amil zakat yang amanah dan profesional. Bukan sebuah mimpi apabila permasalahan kemiskinan di Indonesia dapat segera teratasi.

 

Terbayang jika potensi zakat Rp217 triliun itu dikelola dengan baik oleh lembaga amil zakat seperti Daarut Tauhiid (DT) Peduli. Ditambah dengan dana pajak, maka negara kita akan menjadi negara maju dan sejahtera dari sisi ekonomi karena ditopang dari dua sumber dana, pajak dan zakat.

 

Kita berharap ke depannya dampak zakat maupun pajak semakin terlihat di negara ini. Dan semoga DT Peduli menjadi lembaga amil yang dipilih sebagai pengelola dana zakat tersebut.