Kaum Hawa Dominasi Talkshow Singelillah Menjemput Jodoh Impian

Daarut Tauhiid (DT) Peduli Cirebon menggelar event inspirasi untuk kaum millenial Singelillah Menjemput Jodoh Impian pada Sabtu (9/3), di Gramedia World Cirebon. Ratusan peserta hadir pada kegiatan yang menghadirkan tamu spesial yaitu Anandito dan Annisa Rahma.

Kepala DT Peduli Cirebon, Muchamat Zusuf mengatakan, peserta talkshow singelillah menjemput jodoh impian didominasi oleh akhwat (perempuan). ”Alhamudulillah, peserta yang hadir sebanyak 350 peserta pada event hari ini. Dan kebanyakan didominasi oleh akhwat,” katanya.

Lanjut Zusuf, event singelillah merupakan event pertama Daarut Tauhiid Peduli Cirebon. Meski program pusat, event tersebut merupakan event pertama DT Peduli Cirebon dengan menargetkan lima ratus peserta. Talkshow ini, kata Zusuf, di era Millenial bertujuan untuk memberikan semangat hijrah.

”Semoga kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan semangat hijrah bagi kaum millenial dengan dasar religi dalam menyongsong masa depan,” kata Zusuf.

Sementara itu, bintang tamu pasangan suami istri Anandito dan Annisa Rahma dalam kesempatan ini menceritakan pengalaman hijrahnya masing-masing sebelum mereka memutuskan untuk menikah. Anandito mengatakan, lingkungan berteman mempunyai pengaruh yang dapat mempengaruhi kepribadian.

”Alhamdulillah sejak sekolah menengah pertama hingga kuliah saya mengikuti kegiatan positif seperti Remaja Masjid. Lingkungan di luar rumah membentuk kepribadian dan memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan yang saya jalani saat ini,” katanya.

Berbeda halnya dengan Anissa Rahma yang menceritakan niat untuk hijrah sejak masih menjadi bagian dari grup girlband CherryBell.

”Ketika itu saya mempunyai keinginan untuk memakai kerudung sejak masih tergabung di CherryBell namun belum dapat terlaksana,” katanya.

Lanjut Annisa, niat hijrah harus karena Allah SWT serta lingkungan yang kondusif sehingga memberikan pengaruh besar bagi kebiasaan yang dilakukan.

”Saya setuju dengan yang disampaikan oleh Dito. Memang benar lingkungan memiliki pengaruh untuk dapat membentuk kepribadian dan kebiasaan yang kita lakukan. Motivasi saya hijrah adalah niat karena untuk mendekatkan diri sama Allah,” lanjutnya.

Keduanya menceritakan pengalaman mengambil langkah khitbah atau bertaaruf sebelum memutuskan untuk menikah.

”Kami niat menikah sebagai sarana ibadah kepada Sang Pencipta. Alhamdulillah kami memutuskan untuk menikah dengan cara bertaaruf dan secara prosesnya sangat dimudahkan oleh Allah. Semoga teman-teman dapat termotivasi seperti yang kami lakukan dengan niat karena Allah,” tegasnya. (Ibnu Sofyan)